Pemko Pekanbaru Siapkan Jalur Alternatif Jelang Pembangunan Flyover Simpang Panam

Utama25 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai mempersiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan selama pembangunan flyover atau jalan layang di Simpang Panam.

Proyek yang berlokasi di persimpangan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Garuda Sakti-Kubang Raya tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada awal 2027.

Pemko Pekanbaru kini memetakan sejumlah ruas jalan yang berpotensi dimanfaatkan pengendara untuk menghindari kawasan proyek. Langkah ini dilakukan agar arus lalu lintas tetap lancar dan aktivitas masyarakat tidak terlalu terganggu selama pembangunan berlangsung.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, pengerjaan flyover akan berdampak terhadap kelancaran arus kendaraan di Simpang Panam. Persimpangan tersebut merupakan salah satu titik lalu lintas yang ramai dilalui kendaraan dari Pekanbaru menuju Kabupaten Kampar maupun sebaliknya.

Karena itu, Pemko menilai jalur alternatif perlu disiapkan sebelum proyek dimulai.

Jalan Dharma Bakti Diusulkan Jadi Jalur Alternatif

Salah satu ruas yang dipersiapkan yakni Jalan Dharma Bakti, tepatnya jalan di kawasan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau yang mengarah ke Buluh Cina.

Pemko berencana meningkatkan kondisi jalan tersebut melalui pengecoran beton agar dapat dilalui kendaraan dengan lebih baik.

“Seperti dari arah Kampar menuju ke Pekanbaru, di kawasan UIN itu ada jalan menuju ke Buluh Cina, namanya Jalan Dharma Bakti. Itu mau kita beton dulu, supaya bisa dipakai dengan baik,” kata Markarius, Rabu (4/11/2026).

Ia menyebutkan, pengecoran Jalan Dharma Bakti diupayakan dapat direalisasikan tahun ini melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026.

Peningkatan jalan tersebut dinilai dapat segera dilakukan karena panjang ruas yang akan dikerjakan relatif pendek, yakni sekitar 600 hingga 700 meter.

“Jadi kita upayakan di perubahan ini dicor, karena tidak panjang, hanya sekitar 600-700 meter,” ungkapnya.

Pemko Petakan Akses Alternatif dari Pusat Kota

Selain jalur dari arah Kampar menuju Pekanbaru, Pemko juga menyiapkan alternatif akses bagi pengendara dari pusat kota menuju Jalan Kubang Raya maupun Kabupaten Kampar.

Markarius menyebutkan, sejumlah titik jalan telah teridentifikasi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai jalur pengalihan arus lalu lintas.

Pemko juga menerima masukan dari pengurus RT dan RW terkait ruas jalan yang dapat dikembangkan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

“Jadi target kita, jalan-jalan alternatif yang bisa menghindari kemacetan di Simpang 4 itu (Panam), itu harus dicari. Kemarin itu sudah ketemu, ada beberapa masukan dari RT RW yang bisa kita tindaklanjuti,” pungkasnya.

Komentar