Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Israel di Lebanon Selatan

Internasional33 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Iran memutuskan menutup kembali lalu lintas perairan di Selat Hormuz pada Sabtu (20/6/2026). Kebijakan ini diambil menyusul serangan pesawat tempur Israel di Lebanon selatan yang menewaskan sedikitnya 28 orang.

Pemerintah Iran menilai serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah United States mengumumkan gencatan senjata baru di kawasan Timur Tengah. Teheran menuduh tindakan militer Israel merusak kesepakatan damai yang sedang dirancang antara Iran dan AS untuk menghentikan konflik regional.

Komando militer pusat Iran menyebut terjadi pelanggaran kesepakatan dan gencatan senjata secara berulang di Lebanon selatan. Dalam pernyataannya, militer Iran menegaskan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kapal sebagai bentuk respons.

Ketegangan Diplomatik dan Dampak Energi

Kementerian Luar Negeri Iran juga memperingatkan bahwa kesepakatan penghentian konflik dengan AS dapat dianggap bermasalah jika tidak dijalankan secara konkret. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan pihak terkait harus segera mengambil langkah nyata untuk menegakkan kesepakatan damai.

Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital pengiriman minyak dan gas dunia, sebelumnya sempat terganggu akibat ketegangan serupa sebelum kembali dibuka secara bertahap. Penutupan terbaru ini kembali memicu kekhawatiran gangguan pada pasar energi global.

Sementara itu, rencana perundingan lanjutan antara Iran dan AS di Swiss pada Jumat (19/6/2026) dilaporkan ditunda tanpa batas waktu menyusul eskalasi militer di Lebanon. Konflik tersebut memperburuk situasi geopolitik yang masih belum stabil di kawasan Timur Tengah.

Komentar