Siak (Riaunews.com) – Bupati Siak, Afni Zulkifli, menerima audiensi dan kunjungan lapangan dari perwakilan United Nations Development Programme (UNDP), Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO), Kedutaan Besar Swiss, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Pertanian.
Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung perkembangan program lingkungan hidup yang telah berjalan di Kabupaten Siak sekaligus mempelajari implementasi kebijakan Siak Kabupaten Hijau sebagai model pembangunan daerah berbasis keberlanjutan lingkungan.
Bupati Afni menegaskan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan pembangunan berbasis ekologi tidak dapat dilakukan pemerintah daerah secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi multipihak.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri untuk menjaga lingkungan. Visi dan misi kami untuk mewujudkan Siak yang bermartabat dan berdaya saing berbasis ekologi membutuhkan dukungan serta kemitraan strategis dari berbagai pihak, termasuk mitra internasional,” kata Afni, Sabtu (20/6/2026).
Ia menjelaskan, Kabupaten Siak telah memiliki landasan kebijakan melalui Peraturan Daerah tentang Siak Kabupaten Hijau. Pemkab Siak juga membentuk Tim Siak Hijau sebagai wadah koordinasi yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan komunitas lokal.
Menurutnya, tim tersebut berperan penting dalam memastikan seluruh program pembangunan berkelanjutan berjalan terkoordinasi dan sejalan dengan kebutuhan daerah.
Fokus pada Perlindungan Ekosistem dan Kesejahteraan Masyarakat
Di Provinsi Riau, Program Siak Pelalawan Landscape Program (SPLP) yang difasilitasi Daemeter dan Proforest saat ini hanya dilaksanakan di Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan.
Program tersebut berfokus pada perlindungan lanskap berkelanjutan melalui konservasi kawasan hutan, rehabilitasi mangrove dan ekosistem pesisir, restorasi gambut, penguatan perhutanan sosial, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui praktik ekonomi berkelanjutan.
Program itu juga mendukung percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi petani sawit swadaya untuk meningkatkan produktivitas ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Afni menegaskan seluruh program yang didukung mitra internasional harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung agenda pembangunan daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang masuk ke Kabupaten Siak berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat dan visi pembangunan daerah. Kolaborasi ini harus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu fokus utama Pemkab Siak, lanjut Afni, adalah perlindungan koridor satwa liar seperti harimau Sumatera, gajah, beruang madu, dan tapir yang masih ditemukan di sejumlah kawasan hutan.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, para delegasi internasional juga meninjau sejumlah lokasi strategis, termasuk kawasan hijau dan Istana Siak sebagai ikon warisan budaya Melayu.
Sementara itu, pimpinan proyek Siak Pelalawan Landscape Program, Jimmy Widopo, mengapresiasi komitmen Pemkab Siak dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, kepemimpinan Afni Zulkifli menunjukkan konsistensi yang kuat dalam mendorong perlindungan hutan, lahan gambut, dan mangrove sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.
“Diharapkan kunjungan ini semakin memperkuat kemitraan antara Pemkab Siak dan para mitra internasional dalam mewujudkan pembangunan hijau yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan,” ujar Jimmy.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi juga meninjau berbagai capaian program di lapangan, termasuk pendampingan terhadap kelompok tani dan koperasi masyarakat yang berhasil mengelola lahan gambut secara produktif tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan.







Komentar