Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 18 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau berdasarkan hasil pemantauan terbaru pada Senin (8/6/2026).
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Anggun R, mengatakan jumlah tersebut merupakan bagian dari 94 titik panas yang terpantau di seluruh wilayah Pulau Sumatera.
“Total hotspot di wilayah Riau terpantau sebanyak 18 titik,” kata Anggun.
Berdasarkan data BMKG, Kabupaten Rokan Hulu menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 10 titik. Selanjutnya, tiga titik terdeteksi di Kabupaten Siak, dua titik di Kabupaten Bengkalis, dua titik di Kabupaten Indragiri Hulu, dan satu titik di Kabupaten Pelalawan.
Secara regional, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas tertinggi di Sumatera dengan 41 titik. Disusul Aceh sebanyak 13 titik, Lampung enam titik, Jambi lima titik, dan Sumatera Utara empat titik.
Meski jumlah hotspot di Riau mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) apabila tidak segera ditangani.
BMKG menyebutkan peluang hujan masih terdapat di sejumlah wilayah Riau dalam beberapa hari ke depan. Curah hujan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelembapan lahan dan mengurangi risiko meluasnya kebakaran.
Sementara itu, pemerintah daerah bersama tim gabungan terus meningkatkan pemantauan terhadap titik-titik panas yang terdeteksi, terutama di Kabupaten Rokan Hulu yang saat ini menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Provinsi Riau.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran guna mencegah terjadinya karhutla yang lebih luas.







Komentar