Disdik Riau Pastikan Seluruh Lulusan SMP dan MTs Tertampung di SMA/SMK

Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau memastikan seluruh lulusan SMP dan MTs tahun 2026 dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan SMK, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, mengatakan jumlah lulusan SMP dan MTs di Riau tahun ini mencapai 103.247 siswa. Sementara daya tampung SMA dan SMK negeri di seluruh Riau hanya tersedia untuk 91.548 siswa.

Kondisi tersebut membuat sekitar 11.699 lulusan tidak dapat tertampung di sekolah negeri. Namun, menurut Erisman, hal itu tidak menjadi persoalan karena sekolah swasta masih memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menerima peserta didik baru.

“Namun, hal itu bukan berarti mereka tidak mendapatkan sekolah, karena kita masih memiliki sekolah swasta dengan daya tampung yang cukup besar,” kata Erisman, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan, SMA dan SMK swasta di Riau memiliki daya tampung sekitar 31.428 kursi. Dengan demikian, jika kapasitas sekolah negeri dan swasta digabungkan, total daya tampung mencapai 122.976 kursi atau lebih banyak dibandingkan jumlah lulusan SMP dan MTs tahun ini.

“Kalau digabungkan antara negeri dan swasta, total daya tampung kita mencapai 122.976 kursi. Sementara jumlah lulusan SMP dan MTs hanya 103.247 siswa. Artinya, secara keseluruhan kita masih surplus,” ujarnya.

Disdik Riau menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bangku sekolah. Pemerintah daerah telah menyiapkan kapasitas pendidikan yang memadai agar seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala keterbatasan daya tampung.

Selain itu, Erisman mengingatkan orang tua dan calon peserta didik agar tidak memaksakan diri untuk masuk ke sekolah tertentu dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Menurutnya, tidak semua siswa dapat diterima di sekolah negeri karena keberadaan sekolah swasta juga merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan di Riau.

“Tentunya tidak semua siswa tertampung di sekolah negeri, karena kita juga memiliki sekolah swasta yang harus berjalan. Kalau semua masuk negeri, lalu bagaimana dengan sekolah swasta,” tegasnya.

Komentar