Pekanbaru (Riaunews.com) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pekanbaru melakukan intensifikasi pengawasan pangan Ramadan di Pasar Takjil Jalan WR Supratman Pekanbaru, baru-baru ini. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan pangan bagi masyarakat selama Ramadan 1447 Hijriah.
Pengawasan dipimpin langsung oleh Kepala BBPOM Pekanbaru, Alex Sander, bersama jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru. Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang dan pengunjung pasar takjil mengenai pentingnya keamanan pangan.
Edukasi dilakukan melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan membagikan leaflet serta brosur kepada masyarakat. Petugas juga mengingatkan pedagang agar tidak menggunakan bahan berbahaya dalam makanan yang dijual.
“Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan makanan yang dijual kepada masyarakat aman dikonsumsi, sekaligus menjaga kualitas produk pangan yang beredar selama bulan suci Ramadan,” ujar Alex Sander.
BBPOM Uji 15 Sampel Takjil
Dalam kegiatan tersebut, tim BBPOM mengambil 15 sampel makanan dan minuman untuk diuji menggunakan rapid test kit di mobil laboratorium keliling yang ditempatkan di area pasar takjil.
Beberapa jenis pangan yang diuji di antaranya tahu goreng, kerupuk kulit, mie goreng, bakso, serta minuman cincau. Pengujian dilakukan untuk memastikan makanan tidak mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, Rhodamin B, maupun Metanil Yellow.
Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel yang diperiksa tidak mengandung bahan berbahaya. Dengan demikian, seluruh pangan yang diuji dinyatakan memenuhi syarat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Melalui pengawasan ini, BBPOM Pekanbaru berharap kesadaran masyarakat dalam memilih pangan yang aman semakin meningkat, terutama saat aktivitas jual beli takjil meningkat selama bulan Ramadan.







Komentar