KBRI Abu Dhabi Fasilitasi Pemulangan 30 WNI yang Tertahan Akibat Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

Internasional236 Dilihat

Abu Dhabi (Riaunews.com) – Sebanyak 30 warga negara Indonesia (WNI) yang sempat tertahan di Abu Dhabi akhirnya berhasil melanjutkan perjalanan pulang melalui penerbangan repatriasi yang difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai.

Para WNI tersebut diterbangkan menggunakan pesawat Etihad Airways menuju Singapura bersama penumpang internasional lainnya sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia melalui rute lanjutan.

Duta Besar RI untuk Persatuan Emirat Arab (UEA) Judha Nugraha mengatakan pemulangan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara perwakilan RI, maskapai penerbangan, dan otoritas terkait di UEA untuk memastikan keselamatan serta kelancaran perjalanan para WNI.

“Sejak awal penutupan ruang udara pada 28 Februari, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas setempat agar WNI yang terdampak dapat segera memperoleh akses penerbangan untuk melanjutkan perjalanan ke Tanah Air,” kata Judha di Abu Dhabi, Kamis.

Ia menegaskan bahwa keselamatan dan perlindungan WNI tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi kawasan yang masih berkembang. Pemerintah, kata dia, memastikan seluruh WNI yang terdampak mendapatkan pendampingan serta fasilitasi yang diperlukan agar dapat melanjutkan perjalanan dengan aman dan tertib.

Sebelumnya, para WNI tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat penutupan sementara sebagian wilayah udara di kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik regional sejak akhir Februari 2026. Penutupan ruang udara tersebut berdampak luas terhadap operasional penerbangan internasional, termasuk di sejumlah bandara utama seperti Abu Dhabi, Dubai, dan Doha.

Kondisi itu menyebabkan ribuan penerbangan dibatalkan dan membuat ratusan ribu penumpang di berbagai negara tertahan di bandara maupun kota transit di kawasan tersebut. Seiring membaiknya koordinasi keamanan dan dibukanya koridor penerbangan terbatas, maskapai-maskapai di UEA mulai mengoperasikan sejumlah penerbangan khusus, termasuk penerbangan repatriasi.

KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai sebelumnya telah mendata puluhan WNI yang terdampak pembatalan penerbangan sejak penutupan wilayah udara. Hingga kini, jalur udara yang dibuka di kawasan UEA masih terbatas sehingga penerbangan dilakukan secara bergantian dan antre.

Saat ini, penerbangan sipil komersial belum sepenuhnya beroperasi. Otoritas setempat hanya mengizinkan penerbangan repatriasi dan penerbangan khusus untuk memobilisasi sekitar 20.000 pengunjung yang sempat tertahan di UEA.

Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatik di UEA juga terus memantau perkembangan situasi keamanan kawasan serta memastikan tidak ada WNI yang terlantar selama proses penanganan krisis penerbangan tersebut.

KBRI Abu Dhabi mengimbau WNI yang masih berada di wilayah UEA dan membutuhkan bantuan konsuler agar segera menghubungi hotline KBRI atau melaporkan diri melalui kanal resmi agar dapat difasilitasi sesuai kebutuhan.

Komentar