Kemenperin: Insentif Tetap Jadi Kunci Akselerasi Kendaraan Listrik

Jakarta (Riaunews.com) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai berbagai insentif pemerintah masih menjadi faktor utama dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Hal itu disampaikan di tengah rencana berakhirnya sejumlah insentif fiskal pada akhir 2025.

Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kemenperin, Patia Junjungan Maningdo, mengatakan sejak 2021 pemerintah telah menjalankan program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang memberikan perlakuan khusus bagi kendaraan beremisi rendah. “Untuk Battery Electric Vehicle, sejak 2021 insentif PPNBM-nya sudah 0 persen dengan syarat mencapai TKDN sesuai peta jalan,” ujar Patia dalam diskusi di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik ditetapkan 40 persen pada 2026, meningkat menjadi 60 persen pada 2027, dan 80 persen pada 2030. Kebijakan ini diarahkan untuk mendorong produksi dalam negeri, termasuk penguatan industri baterai.

Menurut Patia, insentif fiskal terbukti efektif mendongkrak pasar. Sepanjang 2025, penjualan kendaraan listrik nasional tumbuh sekitar 70 persen menjadi 175 ribu unit, dengan pertumbuhan Battery Electric Vehicle (BEV) mencapai 141 persen secara tahunan. Ia menilai kebijakan tersebut berhasil menurunkan hambatan harga dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap teknologi ramah lingkungan.

Memasuki 2026, industri otomotif menghadapi fase baru seiring rencana penghentian insentif PPN Ditanggung Pemerintah 10 persen serta pembebasan bea masuk 0 persen untuk kendaraan listrik impor CBU dan CKD per 31 Desember 2025. Kebijakan ini berpotensi memengaruhi harga jual di pasar.

Meski demikian, Patia memastikan sejumlah insentif lain tetap berlaku, seperti PPnBM 0 persen untuk kendaraan listrik serta tarif PKB dan BBNKB yang lebih rendah dibanding kendaraan konvensional. Ia berharap kombinasi insentif fiskal dan nonfiskal, serta masuknya produsen baru, mampu menjaga pertumbuhan kendaraan listrik dan mendukung transformasi industri otomotif nasional secara berkelanjutan.

Komentar