Sepang (RIaunews.com) – Toprak Razgatlioglu mengaku marah dan kehilangan motivasi setelah kesulitan beradaptasi dengan Yamaha YZR-M1 dalam rangkaian tes pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia. Juara bertahan World Superbike (WSBK) itu menjalani uji coba intensif sebagai persiapan debutnya di MotoGP bersama tim Pramac Yamaha.
Selama dua pekan terakhir, Razgatlioglu mengikuti tes Shakedown dan uji coba kolektif MotoGP untuk mengumpulkan data penting. Meski seluruh pembalap Yamaha sempat masuk garasi pada Rabu (4/2/2026) akibat masalah keamanan mesin V4 baru, pembalap asal Turki tersebut tetap menuntaskan total lima hari pengujian.
Pada hari terakhir tes, Razgatlioglu mencatatkan waktu terbaik 1 menit 58,326 detik dan menempati posisi ke-18. Catatan itu terpaut hampir dua detik dari pembalap tercepat Alex Marquez, serta lebih dari 0,7 detik dari pembalap Yamaha tercepat hari itu, Alex Rins, dengan absennya Fabio Quartararo karena cedera.
Razgatlioglu mengakui proses adaptasi berjalan sulit, terutama karena ia masih berusaha mengubah gaya balapnya. Ia menyebut frustrasi muncul karena waktu putaran tidak kunjung membaik, meski sudah menemukan setelan yang lebih nyaman dengan ban bekas pada sesi sore hari.
Menurutnya, perbedaan karakter ban Michelin yang digunakan di MotoGP dengan ban Pirelli di WSBK menjadi tantangan utama. Razgatlioglu menilai ban belakang Michelin sangat sensitif dan sulit dipahami, terutama saat menggunakan ban baru, sehingga memaksanya mengubah kebiasaan berkendara yang selama ini mengandalkan traksi ban belakang.
Selain ban, ia juga harus menyesuaikan gaya balap dengan karakter Yamaha M1 yang berbeda dengan motor WSBK. Razgatlioglu menyatakan akan memanfaatkan dua hari tes lanjutan di Thailand untuk mencoba setelan baru dan mempercepat proses adaptasi, meski mengakui tantangan besar menanti dalam peralihan ke kelas utama MotoGP.







Komentar