Sepang (Riaunews.com) – Keunggulan yang ditunjukkan Joan Mir pada hari kedua tes MotoGP Sepang tidak berlanjut pada hari ketiga. Pembalap Repsol Honda itu kesulitan menembus papan atas klasemen, yang kembali dikuasai Alex Marquez dengan dominasi Ducati yang menempatkan lima motor di enam besar.
Mir menutup hari dengan catatan waktu terbaik 1 menit 57,268 detik di posisi kesembilan. Ia tertinggal hampir 0,9 detik dari waktu tercepat, namun tetap menjadi pembalap Honda terbaik, unggul dari rekan setimnya Luca Marini yang finis di posisi ke-16, sementara Johann Zarco dan Diogo Moreira masing-masing berada di urutan ke-17 dan ke-19.
Pembalap asal Spanyol itu mengakui hari ketiga tes berjalan cukup rumit. Menurut Mir, sejumlah pengujian tidak berjalan sesuai harapan sehingga waktu lintasan yang didapat tidak maksimal. Kondisi tersebut berdampak pada performa keseluruhan Honda RC213V.
“Hari ini sedikit rumit bagi kami. Ada beberapa hal yang kami coba tetapi tidak berhasil dan kami berhenti lebih lama dari yang saya inginkan. Itu memengaruhi kami,” ujar Mir. Ia menambahkan, kecepatan Ducati masih menjadi tolok ukur yang sulit dikejar Honda saat ini.
Juara dunia MotoGP 2020 itu menilai Ducati kembali menjadi favorit utama musim ini, terutama dari hasil catatan waktu dan simulasi balapan. Mir menegaskan bahwa Honda masih memiliki pekerjaan rumah besar, khususnya dalam hal cengkeraman ban.
“Kami sadar keterbatasan cengkeraman yang kami miliki, dan di situlah kami harus meningkatkan diri. Untuk mencatatkan waktu seperti Ducati, Anda harus punya cengkeraman yang kuat,” ucapnya. Meski demikian, Mir optimistis Honda tetap kompetitif dan yakin bisa bersaing di posisi lima besar jika balapan digelar dalam waktu dekat.







Komentar