Badan Bahasa Tekankan Revitalisasi Bahasa Melayu untuk Anak di Kepri

Budaya, Daerah98 Dilihat

Tanjungpinang (Riaunews.com) – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Hafidz Muksin menekankan pentingnya revitalisasi bahasa daerah, khususnya Bahasa Melayu, bagi kalangan anak-anak di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Hafidz mengatakan Badan Bahasa melalui Kantor Bahasa Provinsi Kepri telah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk merevitalisasi Bahasa Melayu yang menyasar pelajar tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

“Upaya yang kita lakukan ialah bagaimana anak-anak mengenal, membiasakan, serta menguasai bahasa daerah, misalnya melalui lomba bernyanyi, syair, puisi, berpantun, hingga menulis cerpen dengan bahasa Melayu,” ujar Hafidz di Tanjungpinang, Kepri, Kamis.

Ia menilai upaya tersebut penting mengingat masyarakat Kepri yang heterogen berdampak pada semakin berkurangnya penggunaan Bahasa Melayu dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.

Hafidz mengungkapkan, saat berdialog dengan sejumlah pelajar sekolah dasar di Tanjungpinang, hanya satu anak yang mampu berbahasa Melayu, sementara sebagian besar lainnya lebih terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia.

Karena itu, ia mendorong peran keluarga dan orang tua untuk menumbuhkan sikap positif terhadap penggunaan bahasa daerah agar budaya, adat, serta karakter masyarakat Melayu yang tercermin melalui bahasa tetap terjaga dan lestari.

Selain itu, Hafidz menyebut pelestarian Bahasa Melayu menjadi fokus kerja sama Kantor Bahasa dan Pemerintah Provinsi Kepri melalui penandatanganan nota kesepahaman tentang pembinaan dan pemartabatan Bahasa Indonesia di ruang publik, serta perlindungan Bahasa Melayu yang penggunaannya mulai menurun di kalangan anak-anak.

Komentar