Bantuan ke Gaza Meningkat, Namun Kondisi Anak-Anak Masih Memprihatinkan

Internasional, Sosial137 Dilihat

Gaza (Riaunews.com) – Gencatan senjata di Jalur Gaza membuka akses yang lebih luas bagi bantuan kemanusiaan dan membawa perbaikan pada ketahanan pangan. Namun, kondisi anak-anak di wilayah tersebut masih sangat memprihatinkan dan tetap mematikan, demikian disampaikan dua pejabat senior Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) dan Program Pangan Dunia (WFP), dilansir dari UN News, Rabu (28/1/2026).

Pernyataan itu disampaikan setelah kedua pejabat melakukan kunjungan selama sepekan ke Gaza dan Tepi Barat. Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober, lebih dari 10.000 truk bantuan kemanusiaan berhasil masuk ke Gaza, atau sekitar 80 persen dari total kargo bantuan yang disalurkan.

UNICEF menyebut situasi ketahanan pangan mengalami perbaikan dan ancaman kelaparan berhasil ditekan. Sebagian besar keluarga kini setidaknya dapat makan sekali sehari, bahkan sebagian lainnya hingga dua kali, seiring mulai pulihnya pasokan bahan pangan di wilayah tersebut.

Pasar-pasar di Gaza juga kembali dipenuhi komoditas seperti sayuran, buah-buahan, ayam, dan telur. Selain itu, anak-anak menerima perlengkapan rekreasi untuk membantu pemulihan trauma akibat konflik berkepanjangan.

Di sektor layanan dasar, UNICEF bersama mitra telah menyediakan air bersih bagi lebih dari 1,6 juta orang serta mendistribusikan selimut dan pakaian musim dingin kepada sekitar 700.000 warga. Layanan perawatan intensif anak di Rumah Sakit Al Shifa telah dipulihkan, kampanye vaksinasi anak tahap kedua berjalan, dan fasilitas gizi yang didukung UNICEF kini mencapai 196 lokasi.

Sementara itu, WFP melaporkan peningkatan signifikan operasi bantuan dengan menjangkau lebih dari satu juta orang setiap bulan. Meski demikian, situasi keamanan dan kemanusiaan masih mengkhawatirkan, dengan lebih dari 100 anak dilaporkan tewas sejak gencatan senjata berlaku, sekitar 100.000 anak mengalami kekurangan gizi akut, dan sedikitnya 10 anak meninggal akibat suhu dingin ekstrem.

Komentar