Pemko Pekanbaru Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 1.100 Anak, Bisa Daftar Lewat Kantor Kelurahan

Pekanbaru, Sosial29 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan menggelar khitanan massal gratis bagi 1.100 anak pada 21 Juni 2026 mendatang. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-242 Kota Pekanbaru dan ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan secara gratis.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedi Sambudi, mengatakan peserta yang telah terdaftar berasal dari siswa Sekolah Dasar (SD) di berbagai wilayah Pekanbaru. Meski kuota awal telah terpenuhi, masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut masih diberi kesempatan untuk mendaftar melalui kantor kelurahan atau sekolah masing-masing.

“Untuk pesertanya sudah ada 1.100 dari sekolah-sekolah, tapi kalau memang masih ada yang mau daftar bisa daftar ke kantor kelurahan,” kata Dedi, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, Pemko Pekanbaru akan berupaya mengakomodasi seluruh pendaftar yang memenuhi persyaratan. Saat ini persiapan kegiatan disebut telah mencapai sekitar 80 persen dan tinggal memasuki tahap pelaksanaan.

Kegiatan khitanan massal akan dipusatkan di halaman Mall Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman. Pelaksanaan dibagi dalam beberapa gelombang, dengan target 600 anak pada sesi pagi yang dimulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, kemudian dilanjutkan pada sesi siang hingga seluruh peserta selesai dilayani.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemko Pekanbaru menggandeng 24 rumah sakit pemerintah dan swasta. Tim medis dari masing-masing rumah sakit akan diterjunkan ke lokasi guna memastikan proses khitanan berjalan aman dan lancar.

Selain layanan khitanan gratis, Pemko Pekanbaru juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para orang tua pendamping. Khusus bagi kaum ibu, tersedia layanan IVA Test (Inspeksi Visual Asam Asetat) sebagai upaya deteksi dini kanker serviks.

“Ini semua untuk masyarakat, HUT Pekanbaru ini untuk masyarakat dan dapat dirasakan masyarakat,” ujar Dedi.

Komentar