Balap Liar di Belakang Astaqa MTQ Rohul Berujung Pengeroyokan Warga

Rokan Hulu (Riaunews.com) – Aksi balap liar di kawasan belakang Astaqa MTQ Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kembali memicu keresahan serius. Selain mengganggu ketenangan warga akibat suara knalpot bising, ulah puluhan remaja itu berujung pada aksi pengamukan dan pengeroyokan terhadap seorang warga pada Ahad (25/1/2026) dini hari.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 00.45 WIB di Dusun Pematang Baih, Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah. Korban diketahui bernama Kamal, warga setempat yang membuka usaha minuman di belakang Astaqa MTQ. Lokasi tersebut disebut sudah lama dan hampir setiap hari dijadikan arena balap liar, bahkan sebelumnya pernah terjadi kecelakaan tunggal.

Kamal menuturkan, ia sempat membiarkan aksi balap liar berlangsung beberapa putaran. Namun karena tak kunjung berhenti dan mengganggu warga, termasuk anak balita, ia menegur para remaja tersebut secara lisan. Teguran itu tak diindahkan hingga akhirnya ia melempar kerikil kecil sebagai peringatan.

Sekitar 15 menit kemudian, puluhan remaja kembali mendatangi rumah sekaligus tempat usahanya sambil membawa batu dan kayu. Kamal mengaku rumahnya dilempari batu dan dirinya ditendang hingga mengenai pinggang kanan. Karena kondisi gelap dan kejadian cepat, ia tidak mengenali para pelaku.

Istri korban, Hafizah, mengatakan aksi balap liar di kawasan tersebut sudah sangat meresahkan karena terjadi hampir setiap waktu. Ia meminta pemerintah daerah dan kepolisian segera mengambil langkah tegas, seperti penertiban rutin atau pemasangan portal, agar lokasi itu tidak lagi dijadikan arena balap liar.

Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan kasus pengeroyokan itu masih dalam pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Komentar