Densus 88: 70 Anak di 19 Provinsi Terpapar Konten Kekerasan TCC

Jakarta (Riaunews.com) – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan sebanyak 70 anak di 19 provinsi teridentifikasi terpapar konten kekerasan yang berujung pada ekstremisme. Paparan tersebut berasal dari pengaruh konten media sosial berjejaring global bernama True Crime Community (TCC).

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, mengatakan sebagian besar anak yang teridentifikasi telah menjalani proses pembinaan. Dari total tersebut, sekitar 67 anak telah dilakukan asesmen, pemetaan, konseling, dan pembinaan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di daerah masing-masing. “Pembinaan dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan,” ujar Mayndra, Rabu (7/1/2026).

Mayndra menjelaskan, anak-anak yang terpapar konten TCC berusia antara 11 hingga 18 tahun atau berada pada masa transisi dari SMP ke SMA. Kepolisian menemukan sebagian besar dari mereka merupakan korban perundungan serta berasal dari keluarga yang tidak harmonis, orang tua bercerai, atau kehilangan orang tua.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah, menegaskan pentingnya penguatan perlindungan anak yang dimulai dari keluarga. Ia mendorong orang tua untuk menerapkan pola pengasuhan berkualitas yang berperspektif literasi digital guna melindungi anak dari paparan konten berbahaya.

Selain keluarga, Margaret menekankan peran satuan pendidikan dalam menciptakan sistem pendukung bagi anak. Ia mendorong penguatan perlindungan anak di sekolah melalui penerapan Sekolah Ramah Anak serta optimalisasi satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Densus 88 menjelaskan grup TCC terbentuk secara sporadis tanpa komando pihak tertentu dan mulai teridentifikasi sejak 2025 dengan anggota lintas negara. Konten kekerasan disebarkan melalui video pendek, animasi, meme, dan musik yang dinilai rentan memengaruhi anak-anak yang masih berada dalam fase pencarian jati diri dan belum memiliki kemampuan berpikir kritis yang matang.

Komentar