Banjir Bandang di Maninjau Agam Rendam 40 Rumah, Ratusan Warga Mengungsi

Daerah, Lingkungan186 Dilihat

Agam (Riaunews.com) – Bupati Agam, Benni Warlis menyatakan sebanyak 40 rumah terdampak banjir bandang akibat meluapnya Sungai Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. Material banjir bandang dilaporkan masuk ke rumah-rumah warga yang berada di sepanjang aliran sungai.

Benni Warlis mengatakan jumlah rumah terdampak berpotensi bertambah karena aliran sungai sempat tersumbat material longsor di bagian hulu. Akibatnya, air meluap dan mengalir ke wilayah lain meski kondisi cuaca tidak hujan pada Rabu (31/12/2025).

Ia menyebut sedikitnya 200 warga terpaksa mengungsi ke musala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintah. Warga memilih mengungsi karena khawatir dengan material longsor yang terus turun, mengingat kejadian serupa telah berulang hingga lima kali sejak akhir November 2025.

“Kondisi ini mencekam karena saat warga kembali ke rumah, terdengar bunyi dentuman dari hulu sungai sehingga mereka kembali mengungsi,” kata Benni. Ia menambahkan aliran sungai sempat berpindah dan mengancam rumah-rumah lain di sekitarnya, meskipun saat ini aliran lama sudah mengering.

Menurut Benni, kondisi tersebut akan segera dilaporkan kepada Gubernur Sumbar dan Balai Wilayah Sungai (BWS) V untuk penanganan teknis yang lebih menyeluruh. Pemerintah daerah menilai penanganan tidak bisa hanya fokus pada sungai yang tersumbat di hilir, tetapi juga harus mencari akar permasalahan di hulu.

Selain merendam rumah warga, banjir bandang juga menimbun satu unit alat berat yang sedang parkir di lokasi. Alat berat tersebut digunakan untuk membersihkan material banjir yang menutup badan jalan provinsi penghubung Lubuk Basung–Bukittinggi, sehingga akses jalan sempat tidak bisa dilalui. Sementara itu, Anggota DPRD Agam Albert meminta pemerintah segera mencari solusi agar warga di sepanjang sungai kembali merasa aman.

Komentar