Honda Ungkap Alasan Kembali ke F1 dan Pilih Aston Martin di Musim 2026

Motorsport340 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Musim Formula 1 2026 akan menjadi titik balik besar dengan perubahan regulasi menyeluruh, baik pada sasis maupun power unit. Momen ini sekaligus menandai kembalinya Honda ke Formula 1 secara penuh serta dimulainya kemitraan baru dengan Aston Martin, yang dipandang kedua pihak sebagai proyek jangka panjang penuh ambisi.

Presiden Honda Racing Corporation, Koji Watanabe, mengungkapkan bahwa perubahan regulasi power unit menjadi faktor utama di balik keputusan Honda kembali ke F1. Regulasi 2026 akan membagi tenaga secara seimbang antara mesin pembakaran internal dan motor listrik (50/50), dengan daya motor listrik melonjak hampir tiga kali lipat dari 120 kW menjadi 350 kW, serta kewajiban penggunaan bahan bakar ramah lingkungan.

“Regulasi ini sangat sejalan dengan filosofi Honda tentang sistem propulsi masa depan. Fokus pada elektrifikasi dan bahan bakar berkelanjutan membuat F1 kembali relevan secara teknologi bagi kami,” ujar Watanabe.

Setelah Red Bull memilih membangun mesin sendiri, Honda harus mencari mitra baru dan akhirnya menjatuhkan pilihan pada Aston Martin. Watanabe menyebut kepemimpinan Lawrence Stroll, visi jangka panjang, serta investasi besar pada fasilitas dan sumber daya manusia sebagai alasan utama di balik keputusan tersebut.

Menurutnya, hubungan kerja antara Honda Racing Corporation (HRC) dan Aston Martin Aramco sudah terjalin erat. Insinyur dari kedua belah pihak bahkan saling ditempatkan di Jepang dan Inggris untuk memperkuat sinergi pengembangan sasis dan power unit.

Salah satu keuntungan strategis dari kolaborasi lintas negara ini adalah perbedaan zona waktu. Dengan tim yang bekerja bergantian di Jepang dan Inggris, proyek pengembangan dapat berjalan hampir 24 jam tanpa henti. Watanabe optimistis, pendekatan ini akan membantu Honda menghadirkan mesin yang kompetitif bagi Aston Martin, yang akan diperkuat Fernando Alonso dan Lance Stroll di era baru F1 2026.

Komentar