Pekanbaru (Riaunews.com) – Mie Bangladesh menjadi salah satu kuliner yang tengah viral dan banyak diburu pecinta makanan, terutama di Kota Medan. Meski namanya terdengar asing dan seolah berasal dari luar negeri, hidangan ini justru berkembang dan populer di Indonesia.
Mie Bangladesh merupakan sajian mie instan yang dimasak dengan racikan bumbu rempah khas. Menariknya, kuliner ini sama sekali tidak berasal dari negara Bangladesh. Sejumlah sumber menyebutkan nama Mie Bangladesh berasal dari nama pemilik warung mie di Medan, yakni “Bang Lades”, sementara versi lain menyebutkan berasal dari sebuah kedai mie legendaris di Lhokseumawe, Aceh.
Dari segi cita rasa, Mie Bangladesh memiliki kemiripan dengan Mie Aceh karena menggunakan campuran rempah-rempah yang kuat. Bumbu instan mie dicampur dengan racikan rempah, kemudian ditumis hingga matang sehingga menghasilkan rasa gurih, pedas, dan sedikit manis yang khas.
Hidangan ini biasanya disajikan dengan telur setengah matang, sayuran seperti sawi dan tauge, serta kuah yang relatif sedikit dan kental. Penyajian tersebut membuat Mie Bangladesh memiliki karakter rasa yang pekat dan menggugah selera.
Meski sama-sama bercita rasa rempah, Mie Bangladesh memiliki perbedaan dengan Mie Aceh. Mie Bangladesh menggunakan mie instan, sementara Mie Aceh memakai mie kuning basah yang lebih tebal. Selain itu, kuah Mie Bangladesh lebih sedikit dibandingkan Mie Aceh yang berkuah lebih banyak.
Perbedaan lainnya terletak pada isian. Mie Bangladesh umumnya hanya dilengkapi telur dan sayuran, sedangkan Mie Aceh sering disajikan dengan beragam topping seperti daging sapi, kambing, atau seafood. Keunikan inilah yang membuat Mie Bangladesh tetap memiliki tempat tersendiri di tengah maraknya kuliner mie Nusantara.







Komentar