Terlalu Sering Minum Teh Manis Bisa Ganggu Penyerapan Zat Besi

Kesehatan, Kuliner69 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Teh manis memang sudah menjadi minuman favorit masyarakat Indonesia, apalagi dinikmati setelah makan atau saat cuaca panas dengan tambahan es batu. Namun, kebiasaan ini ternyata perlu diwaspadai jika dilakukan terlalu sering.

Pakar kesehatan, Aditya Surya Pratama, mengingatkan bahwa konsumsi teh yang terlalu sering dapat berdampak kurang baik bagi tubuh, terutama terkait penyerapan nutrisi.

Menurutnya, teh mengandung senyawa tanin dan polifenol yang dapat mengikat zat besi dari makanan di saluran pencernaan. Akibatnya, zat besi yang seharusnya diserap tubuh justru terbuang.

“Teh itu mengandung senyawa alami yang bisa mengikat zat besi dari makanan di saluran cerna,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi teh saat atau setelah makan dapat menurunkan penyerapan zat besi hingga 50–70 persen. Kondisi ini membuat nutrisi dari makanan tidak terserap secara optimal oleh tubuh.

Jika kebiasaan ini berlangsung dalam jangka panjang, risiko yang muncul adalah defisiensi zat besi ringan. Gejalanya sering kali tidak disadari, seperti mudah lelah, sulit fokus, sering pusing, hingga daya tahan tubuh menurun.

Tak hanya itu, konsumsi teh manis setelah makan juga dapat memicu lonjakan gula darah. Jika terus berulang, hal ini berpotensi meningkatkan risiko resistensi insulin hingga diabetes tipe 2, serta berdampak pada kesehatan gigi.

Untuk menghindari dampak tersebut, ia menyarankan agar memberi jeda waktu sekitar satu hingga dua jam setelah makan sebelum mengonsumsi teh. Sebagai alternatif, minuman terbaik setelah makan adalah air putih yang lebih netral dan tidak mengganggu penyerapan nutrisi.

Komentar