Pekanbaru (Riaunews.com) – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya kuliner di Kota Pekanbaru, terus menunjukkan pertumbuhan positif. Tren ini sejalan dengan meningkatnya kreativitas pelaku usaha, termasuk bisnis kopi yang kian menjamur mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat.
Pemilik kedai Kopi Nganu, Roni Suprianto, menilai geliat industri kopi di Pekanbaru sangat menjanjikan, terutama karena banyak anak muda mampu membaca peluang. Namun hingga kini, ia mengaku belum menerima dukungan khusus dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Riau, baik berupa peralatan, pelatihan, maupun pendampingan usaha.
Roni berharap pemerintah daerah memberi perhatian nyata, khususnya bagi pelaku yang mengembangkan kopi lokal seperti Liberika Meranti Riau. Bentuk dukungan yang diharapkan meliputi bantuan mesin produksi, pendampingan legalitas dan sertifikasi, serta pelatihan pengolahan pangan sesuai standar nasional untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk.
Keluhan serupa disampaikan Dika Ananda, pelaku UMKM street coffee di kawasan Cut Nyak Dien. Ia menilai perhatian pemerintah terhadap UMKM kopi masih minim. Menurutnya, pelatihan yang pernah diikuti lebih banyak membahas pengolahan barang bekas, bukan pengembangan produk kopi.
Dika berharap Disperindagkop Riau dapat menyediakan pelatihan kualitas produk, pemasaran, dan branding, serta memfasilitasi keikutsertaan UMKM dalam pameran. Ia juga mengusulkan penambahan fasilitas tempat usaha permanen seperti di Taman Labuai Citywalk agar pelaku UMKM lebih efisien dan tertata.
Para pelaku UMKM menilai sinergi pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci agar industri kopi lokal semakin berdaya saing dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.







Komentar