Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah terus mendorong penguatan sektor perkebunan melalui riset dan pengembangan guna meningkatkan produktivitas serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Dukungan pendanaan dan kolaborasi lintas lembaga dinilai menjadi kunci dalam upaya tersebut.
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, mengatakan berbagai program penelitian saat ini telah berjalan dengan dukungan pemerintah pusat, termasuk pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta keterlibatan sejumlah perguruan tinggi.
“Program riset ini didukung pendanaan BPDP dan melibatkan berbagai perguruan tinggi untuk mendorong kemajuan sektor perkebunan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci
Supriadi menjelaskan, Pemerintah Provinsi Riau juga aktif berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dalam melakukan berbagai kajian, mulai dari pengembangan produk turunan hingga penguatan kelembagaan petani.
Menurutnya, keseimbangan antara sektor hulu dan hilir menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri perkebunan. Ia menegaskan, pemerintah terbuka terhadap berbagai hasil penelitian yang dapat mendorong kemajuan sektor tersebut.
“Kita mendukung semua kajian, baik di hulu maupun hilir, selama itu untuk pengembangan dan perbaikan perkebunan ke depan,” jelasnya.
Salah satu fokus kajian yang tengah dikembangkan adalah pola tumpang sari (intercropping) guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan pendapatan petani. Selain itu, Supriadi berharap hasil riset tidak berhenti pada kajian semata, tetapi mampu melahirkan inovasi nyata yang dapat menjawab berbagai persoalan di lapangan.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor agar kontribusi perkebunan semakin besar, baik bagi perekonomian daerah maupun nasional, serta bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.







Komentar