Yogyakarta (Riaunewsc.om) – Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Widya Mataram menggelar webinar bertema inovasi penanganan pascapanen dan manajemen keamanan pangan, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini diikuti 95 peserta yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, dan praktisi di bidang pangan.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UWM, Eman Darmawan, membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan webinar ini merupakan bagian dari komitmen akademik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pangan.
“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mendapatkan wawasan baru serta mampu mengimplementasikan inovasi di bidang pangan,” ujarnya.
Dalam sesi pertama, Dwiyati Pujimulyani memaparkan pentingnya inovasi pascapanen di era industri 5.0. Ia menekankan pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, termasuk pengembangan olahan berbasis rempah yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat kesehatan.
Tekankan Sistem Keamanan Pangan Berbasis Teknologi
Pada sesi kedua, Cahyo Budiyanto membahas penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) serta digital traceability dalam menjaga keamanan pangan.
Ia menjelaskan pentingnya pengawasan dari hulu hingga hilir, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian mutu produk pangan.
Webinar berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait implementasi inovasi dan sistem keamanan pangan di lapangan.
Kegiatan ditutup dengan pemberian sertifikat digital kepada seluruh peserta. Melalui webinar ini, peserta diharapkan semakin siap menghadapi tantangan industri pangan sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.







Komentar