DPRD Soroti Jeritan UMKM Pekanbaru, Desak Pemko Stabilkan Harga Bahan Pokok

Pekanbaru (Riaunews.com) – Jeritan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pekanbaru yang tertekan lonjakan harga bahan baku mendapat perhatian serius dari DPRD setempat. Kenaikan harga plastik hingga hampir 100 persen, serta melambungnya harga telur dan daging ayam, dinilai semakin membebani pelaku usaha kecil.

Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kondisi tersebut. Ia menilai pelaku UMKM kini berada dalam situasi sulit antara mempertahankan harga atau menanggung kerugian.

Dilema Pelaku Usaha

Menurutnya, para pelaku UMKM menghadapi kondisi serba sulit. Jika harga dinaikkan, pelanggan berpotensi beralih. Namun jika tetap, biaya produksi yang terus naik bisa menyebabkan kerugian bahkan kebangkrutan.

“Situasi ini ibarat buah simalakama bagi pelaku UMKM,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Sebagai solusi jangka pendek, DPRD mendorong Pemko menggelar operasi pasar atau pasar murah secara masif guna menekan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat.

Langkah ini dinilai penting sebagai upaya awal untuk membantu pelaku UMKM tetap bertahan di tengah tekanan biaya produksi.

UMKM Tulang Punggung Ekonomi

Selain itu, ia meminta instansi terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan untuk memperketat pengawasan distribusi barang.

Inspeksi mendadak (sidak) ke agen dan distributor dinilai perlu dilakukan guna mencegah praktik penimbunan atau permainan harga oleh oknum tertentu.

Bagus Oka menegaskan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Jika sektor ini terganggu, dampaknya akan meluas ke berbagai sektor ekonomi lainnya.

Ia pun meminta Pemko Pekanbaru bergerak cepat dalam menstabilkan harga serta memberikan perlindungan nyata bagi pelaku UMKM agar tetap bisa bertahan.

Komentar