Kemanusiaan Gaza Masih Rapuh, 75 Persen Warga Alami Kerawanan Pangan Akut

Internasional192 Dilihat

New York (Riaunews.com) – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza masih sangat rapuh meskipun ancaman kelaparan sementara berhasil ditekan. Ia menegaskan lebih dari 75 persen penduduk Gaza masih menghadapi kerawanan pangan akut, dengan sekitar 1,6 juta orang terancam kelaparan ekstrem dan malnutrisi kritis.

Berbicara di markas besar PBB di New York, Guterres mengakui akses terhadap makanan kini sedikit membaik. Namun, menurutnya capaian tersebut sangat rentan dan dapat memburuk sewaktu-waktu, mengingat pasukan Israel masih dikerahkan di lebih dari separuh wilayah Gaza.

Kondisi tersebut menyebabkan banyak lahan pertanian dan kawasan permukiman tidak dapat dijangkau, sementara serangan dan permusuhan terus berlangsung. Guterres menilai konflik yang berlanjut tidak hanya menambah korban sipil, tetapi juga membahayakan keselamatan para pekerja kemanusiaan di lapangan.

Karena itu, ia kembali menyerukan gencatan senjata yang berkelanjutan serta pembukaan lebih banyak jalur penyeberangan. Ia juga mendesak pencabutan pembatasan terhadap barang-barang penting, penghapusan hambatan birokrasi, serta penyediaan jalur aman dan pendanaan berkelanjutan bagi organisasi kemanusiaan dan LSM.

Laporan terbaru Integrated Food Security Phase Classification (IPC) menyebut kondisi kelaparan di Gaza untuk sementara dapat ditekan berkat berkurangnya permusuhan dan membaiknya akses bantuan pangan. Meski demikian, IPC menegaskan situasi keseluruhan masih kritis dan membutuhkan perhatian mendesak.

Dalam pernyataannya, Guterres juga menyoroti penolakan Israel untuk melanjutkan fase kedua rencana gencatan senjata Gaza. Ia menegaskan putusan sementara Mahkamah Internasional bersifat mengikat, mendukung peran UNRWA, serta menyerukan agar siklus kekerasan berkepanjangan diakhiri.

Komentar