Butuh Air Bersih, Dusun Aek Mranti Tapteng Masih Terisolasi Pascabencana

Daerah, Sosial198 Dilihat

Tapanuli Tengah (Riaunews.com) – Dusun II Aek Mranti, Desa Rampa, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, hingga kini masih terisolasi pascalongsor dan banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025. Akses jalan menuju wilayah tersebut belum dapat dilalui akibat material lumpur yang masih tinggi.

Kepala Urusan Umum dan Perencanaan Desa Rampa, Roberto Hutagalung, mengatakan jalur menuju Aek Mranti baik dari arah Tarutung maupun Sibolga belum tembus. Kondisi tersebut diperparah oleh hujan yang masih turun hampir setiap hari meski dengan intensitas bervariasi.

Menurut Roberto, hujan yang terus mengguyur memicu kekhawatiran terjadinya longsor susulan. Ia menyebut sejumlah titik longsor baru terus bertambah, terutama setelah hujan deras yang terjadi pada Minggu sore hingga malam hari.

Ia berharap pembersihan material longsor dapat segera diselesaikan agar akses kendaraan terbuka. Selama jalan belum bisa dilalui, distribusi bantuan masih sangat terbatas dan sebagian warga harus berjalan kaki selama tiga hingga empat jam menuju Kota Sibolga untuk mengambil bantuan logistik.

Roberto juga menyoroti keterbatasan bantuan yang disalurkan melalui helikopter. Menurutnya, bantuan udara tidak mencukupi untuk kebutuhan harian warga, terutama air bersih yang saat ini sangat dibutuhkan karena sumber air setempat keruh dan berbau.

Sementara itu, warga Dusun Aek Mranti, Arjuna, berharap akses jalan segera dibuka agar aktivitas warga kembali normal. Dari tiga dusun di Desa Rampa, hanya Dusun II yang masih terisolasi. Ia menyebut terbukanya jalan akan memudahkan warga memenuhi kebutuhan pokok seperti sembako.

Komentar