Pekanbaru (Riaunews.com) – Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax 92 dan Pertamax Turbo di Pekanbaru terus menurun sejak sepekan terakhir. Sejumlah SPBU di Provinsi Riau, yang ironisnya merupakan daerah penghasil migas, dilaporkan mengalami kekosongan stok hingga menimbulkan keluhan luas dari masyarakat.
Pengguna kendaraan pribadi paling merasakan dampaknya. Nicolas, warga Jalan Harapan Raya, mengaku kesulitan mendapatkan Pertamax karena banyak SPBU tidak menyediakan pasokan. Ia menyebut beberapa kali mendapati SPBU di kawasan Harapan Raya dan wilayah lain kosong, sehingga ia harus datang sejak subuh demi mendapatkan BBM oktan tinggi tersebut.
Keluhan serupa disampaikan Herry Abas, warga Jalan Hang Tuah, yang mengkritik pelayanan Pertamina setelah berulang kali gagal memperoleh Pertamax. Ia mengaku sudah berkeliling ke tiga SPBU di Jalan Hang Tuah dan Jalan Thamrin tanpa hasil selama hampir satu minggu. Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait kinerja distribusi Pertamina di Riau.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, membenarkan adanya kelangkaan Pertamax dan Pertamax Turbo. Ia menyebut rapat koordinasi antara Pemprov dan Pertamina telah digelar, dan Plt Gubernur Riau menginstruksikan Pertamina untuk menjamin ketersediaan seluruh jenis BBM di Riau. Pemprov juga terus memantau distribusi di seluruh SPBU dan meminta Pertamina memberikan penjelasan jika terjadi hambatan penyaluran.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menjelaskan bahwa kelangkaan terjadi akibat dinamika penyaluran dari terminal BBM yang sedang dalam proses normalisasi. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan suplai ke sejumlah SPBU di Pekanbaru, sehingga distribusi tidak berjalan optimal dalam beberapa hari terakhir.
Sebagai langkah pemulihan, Pertamina mengoptimalkan suplai dari Fuel Terminal Sei Siak dan mulai menyalurkan stok tambahan. Sebanyak 1.300 kiloliter Pertamax dan 1.300 kiloliter Pertamax Turbo telah masuk terminal dan didistribusikan secara bertahap ke SPBU terdampak untuk menstabilkan pasokan di wilayah Pekanbaru.







Komentar