Jakarta (Riaunews.com) – Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (World Muslim League/WML) Syekh Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa menyerukan persatuan umat Islam global, termasuk Indonesia, untuk menghadapi meningkatnya Islamofobia. Seruan itu ia sampaikan dalam pertemuan dengan tokoh agama dan politik Indonesia di Kediaman Duta Besar Arab Saudi di Jakarta, Jumat.
Syekh Mohammed menegaskan bahwa umat Islam di berbagai negara kini menghadapi tantangan serius, mulai dari propaganda jihad hingga hasutan kebencian terhadap Islam. Ia menilai ancaman Islamofobia membutuhkan respons kolektif yang terkoordinasi di seluruh dunia. “Bahwa saat ini ada yang disebut dengan Islamofobia. Oleh karena itu, kita sama-sama tentu harus menghadapi tantangan-tantangan ini,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa separuh pelaku penyebaran Islamofobia justru berasal dari kelompok internal umat Islam sendiri yang memiliki agenda tertentu. “Lima puluh persen dari pelaku-pelaku Islamofobia tersebut berasal dari umat Islam yang memang memiliki agenda khusus,” katanya. Pernyataan itu ia sampaikan merujuk pada hasil pertemuan WML dengan ribuan tokoh Islam di Saudi beberapa waktu lalu.
Dalam forum tersebut, WML mencatat perlunya kontribusi bersama umat Islam dunia untuk mengatasi masalah Islamofobia secara lebih terarah dan berkelanjutan. Karena itu, Syekh Mohammed mendorong umat Islam Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif dalam memerangi narasi anti-Islam dan memperkuat persatuan.
Selain isu Islamofobia, Syekh Mohammed juga menyoroti kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza dan pentingnya solusi dua negara sebagai penyelesaian konflik Palestina–Israel. Ia mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB yang dinilainya tegas dalam membela hak-hak Palestina.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, para duta besar negara sahabat, serta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X.







Komentar