Washington (Riaunews.com) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa fase kedua dari rencana penyelesaian konflik Gaza akan segera dilaksanakan. Pernyataan itu ia sampaikan di Gedung Putih pada Rabu (4/12/2025), sebagaimana dikutip dari Anadolu. Meski begitu, Trump belum memberikan jadwal pasti dimulainya tahap tersebut dan hanya menegaskan bahwa prosesnya “berjalan baik”.
Dalam kesempatan yang sama, Trump menyinggung insiden ledakan bom yang terjadi di Gaza selatan pada hari tersebut. Ledakan itu merupakan dampak dari serangan Israel yang diduga melanggar kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlaku. Serangan pada Rabu malam itu menewaskan sedikitnya lima warga Palestina dan melukai sejumlah lainnya.
“Mereka mengalami masalah hari ini dengan sebuah bom yang meledak, melukai beberapa orang cukup parah, mungkin menewaskan beberapa orang,” ujar Trump di Gedung Putih. Ia menambahkan bahwa kondisi di Timur Tengah saat ini “berjalan baik”, meski menurutnya hal itu tidak banyak disadari publik internasional.
Rencana gencatan senjata yang diusung AS terdiri dari beberapa fase. Pada tahap pertama, skema tersebut mengatur pembebasan sandera Israel dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina. Selain pertukaran tahanan, rencana itu juga mencakup upaya rekonstruksi Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru yang tidak melibatkan Hamas.
Meski perundingan berjalan, situasi di Gaza masih berada dalam kondisi krisis. Serangan Israel sejak 2023 menyebabkan lebih dari 70.000 warga Palestina tewas, mayoritas perempuan dan anak-anak, sementara lebih dari 171.000 lainnya terluka sejak Oktober 2023. Pemerhati kemanusiaan menilai bahwa stabilitas jangka panjang akan sangat bergantung pada efektivitas implementasi setiap fase rencana tersebut.







Komentar