Pekanbaru (Riaunews.com) – Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Hangtuah hingga Diponegoro, Pekanbaru, mendapat dukungan dari Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka. Langkah Satpol PP tersebut dinilai berhasil membuat kawasan yang sebelumnya semrawut menjadi lebih rapi, terutama di sekitar RSUD Arifin Achmad dan Masjid Agung An-Nur.
Bagus Oka menyebut tindakan penertiban itu penting untuk menjaga ketertiban dan keselamatan pengguna jalan. Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah kota perlu memikirkan nasib para PKL yang terdampak. Menurutnya, pedagang tetap membutuhkan ruang untuk mencari nafkah. Karena itu, penertiban harus dibarengi dengan solusi nyata agar mereka tidak kehilangan mata pencaharian.
Ia menilai banyak PKL sebenarnya ingin tertib, tetapi keterbatasan lokasi usaha yang layak dan terjangkau membuat mereka kembali berdagang di tepi jalan. Pemko, kata dia, tidak cukup hanya menertibkan, tetapi harus menata secara menyeluruh melalui relokasi, penyediaan sentra kuliner, atau penetapan zona usaha yang jelas.
Bagus Oka menegaskan bahwa penataan PKL merupakan bagian dari pembenahan kota menuju Pekanbaru yang lebih tertib dan teratur. Namun, langkah tersebut tidak boleh mematikan peluang ekonomi masyarakat kecil, terutama para pelaku UMKM. Kebijakan harus berjalan seimbang antara kerapian kota dan keberlanjutan ekonomi rakyat.
Karena itu, ia mendorong Pemko melalui Disperindag, Diskop UKM, dan Satpol PP untuk duduk bersama menyusun solusi terarah. Pendampingan usaha, koridor UMKM, serta penataan lokasi yang manusiawi perlu menjadi prioritas agar penertiban tidak meninggalkan masalah baru.







Komentar