FO Semrawut di Pekanbaru Kembali Telan Korban, DPRD Desak Penertiban Segera

Pekanbaru, Utama87 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kabel fiber optik (FO) yang semrawut kembali memakan korban di Kota Pekanbaru. Seorang siswi SMA bernama Shakira terluka di bagian leher dan tangan setelah tersangkut kabel FO yang melintang rendah di Jalan Inpres, tepat di depan Jalan Kulim, Marpoyan Damai, Selasa (11/11/2025).

Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Syafri Syarif, menyayangkan insiden berulang yang hingga kini belum ditangani serius oleh para penyedia jaringan internet. Ia menegaskan, kondisi kabel yang menjuntai ke jalan raya sudah kerap menimbulkan bahaya. “Kita beri peringatan kepada para pelaku usaha kabel optik untuk menata kembali kabel-kabelnya. Sudah banyak korban, jangan tunggu ada korban lagi baru bertindak,” tegasnya, Sabtu (15/11/2025).

Syafri mengungkapkan, banyak perusahaan internet yang beroperasi tanpa izin resmi dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Sejumlah provider hanya mengantongi persetujuan dari RT atau RW untuk mendirikan tiang dan memasang kabel, padahal izin tersebut tidak sesuai ketentuan. “Ini terus jadi aduan warga. Izin RT atau RW tidak cukup, tapi itu saja yang mereka bawa,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan semakin rumit karena hingga kini Pekanbaru belum memiliki regulasi khusus yang mengatur penataan dan pemasangan jaringan kabel optik. Tidak adanya Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Wali Kota (Perwako) membuat penindakan dan pengawasan berjalan tanpa dasar hukum yang kuat. “Alhamdulillah, kemarin kami sempat berkunjung ke kota lain yang sudah punya aturan itu. Mudah-mudahan Pekanbaru segera menyusul,” katanya.

Untuk mencari solusi, Komisi I DPRD Pekanbaru dijadwalkan kembali memanggil APJATEL dan sejumlah dinas terkait seperti Diskominfo, DPMPTSP, Dinas PUPR, serta Satpol PP. Pertemuan itu diharapkan menjadi langkah awal penyusunan regulasi yang dapat menertibkan kabel optik di seluruh kota.

“Minggu kemarin kami sudah memanggil APJATEL, namun mereka tidak hadir. Dalam waktu dekat akan kami panggil lagi,” tutup Syafri.

Komentar