Pekanbaru (Riaunews.com) – Luca Marini dan Joan Mir menilai Honda layak kehilangan hak konsesi terbaik MotoGP musim depan, meski keputusan tersebut dapat berdampak pada pengembangan RC213V. Honda saat ini berada di Grup D bersama Yamaha, kategori yang memberikan keuntungan tambahan bagi pabrikan yang tengah kesulitan dalam hal pengujian, penggunaan mesin, serta jatah wildcard.
Musim ini, Honda memanfaatkan penuh fasilitas tersebut dan menunjukkan kebangkitan signifikan. Pabrikan Jepang itu meraih kemenangan dalam kondisi hujan di GP Prancis serta podium di Silverstone, Motegi, dan Sepang, mengakhiri periode terburuknya dalam sejarah MotoGP. Namun, capaian tersebut juga membuat Honda berpotensi keluar dari Grup D jika mampu menambah sembilan poin lagi pada seri terakhir di Valencia.
Marini mengungkapkan bahwa target keluar dari Grup D memang sudah ditetapkan sejak pertengahan musim. Ia menyebut kelebihan fasilitas pengujian justru menambah beban besar bagi para pembalap pabrikan. “Kami menghabiskan begitu banyak energi dalam dua tahun terakhir. Sekilas terlihat menguntungkan, tapi sebenarnya tidak selalu demikian,” ujarnya. Marini juga menilai Honda kini memiliki tim penguji kuat yang diperkuat Aleix Espargaro dan Takaaki Nakagami.
Ia menambahkan, potensi hilangnya kebebasan pengembangan mesin pada 2026 tidak menjadi masalah besar, mengingat MotoGP akan beralih ke mesin 850 cc pada 2027. Menurutnya, tidak ada urgensi untuk menginvestasikan sumber daya besar pada spesifikasi mesin 2026. “Kami hanya butuh penyempurnaan kecil untuk tes Sepang nanti,” kata Marini.
Sementara itu, Joan Mir yang tampil lebih kompetitif pada paruh kedua musim ini, menganggap hilangnya konsesi Grup D sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras tim Honda. Ia menyebut peningkatan performa musim ini menunjukkan proyek MotoGP mereka mulai kembali ke jalur yang benar. “Jika ke depan kami tidak punya konsesi, itu karena kami pantas mendapatkannya,” ujar Mir.
Mir menegaskan bahwa Honda kini sudah menemukan arah pengembangan yang tepat setelah sempat terpuruk dan kebingungan menentukan langkah teknis. Dengan progres yang ada, ia optimistis Honda dapat terus meningkatkan paket motornya pada musim-musim berikutnya.







Komentar