Tangani KLB ISPA di Inhu, Tim Dinkes Riau Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Inhu, Kesehatan222 Dilihat

Indragiri Hulu (Riaunews.com) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melalui Dinas Kesehatan (Diskes) terus melakukan penanggulangan terpadu di lokasi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang melanda wilayah Dusun Datai, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal. Upaya ini melibatkan Tim Diskes Provinsi Riau yang turut melakukan pengambilan dan pemeriksaan spesimen serta penyelidikan epidemiologi lanjutan untuk memastikan sumber dan penyebab penularan penyakit tersebut.

Plt Kepala Diskes Inhu, Sandra SKM MKM, menyampaikan bahwa hingga Jumat (7/11/2025), jumlah total kasus yang ditemukan mencapai 219 orang, dengan lima di antaranya meninggal dunia. Sebanyak 12 pasien masih dirawat, terdiri dari tujuh orang di RSUD Indrasari Rengat dan lima di Puskesmas Batang Gansal. “Sebagian besar pasien menunjukkan kondisi yang semakin membaik, sementara pasien rawat jalan banyak yang sudah sembuh dan beraktivitas kembali,” ujar Sandra, Sabtu (8/11/2025).

Sandra menyampaikan apresiasi kepada para tenaga medis, petugas kesehatan, serta seluruh unsur pemerintah daerah dan lintas sektor yang telah bekerja keras menangani situasi ini. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gejala ISPA seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas. “Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapat penanganan cepat dan tepat,” imbaunya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menggunakan masker bila sedang sakit. Selain itu, konsumsi makanan bergizi, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan di area padat penduduk menjadi langkah penting untuk mencegah penularan.

Diskes Inhu akan terus melakukan pemantauan harian, pendampingan pengobatan, dan langkah pencegahan berkelanjutan hingga situasi dinyatakan terkendali. “Saat turun lapangan, Diskes Provinsi Riau juga menyalurkan bantuan tambahan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak,” tambah Sandra.

Komentar