Ketua KNARA Inhu Jadi Tersangka Penyerangan Karyawan PT SBP, Korban Tembak Masih Dirawat Intensif

Indragiri Hulu (Riaunews.com) – Aparat kepolisian menetapkan Andi Irawan, yang diketahui menjabat sebagai Ketua Koalisi Nasional Reformasi Agraria (KNARA) Kabupaten Indragiri Hulu dan Ketua Aliansi Masyarakat Menuntut Keadilan (AMUK), sebagai tersangka dalam kasus penyerangan terhadap karyawan PT Sawit Berkat Persada (SBP).

Informasi tersebut disampaikan pihak perusahaan yang menyebut Andi Irawan diduga terlibat langsung dalam aksi penyerangan yang terjadi di areal Hak Guna Usaha (HGU) PT SBP. Dalam peristiwa itu, para pelaku disebut menggunakan tiga pucuk air gun, satu senapan angin, serta sejumlah senjata tajam.

Humas PT SBP, Rahman Manurung, mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan yang berkembang, Andi Irawan diduga berperan sebagai pemimpin aksi penyerangan yang mengakibatkan sejumlah karyawan menjadi korban.

“Yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka. Dari rekaman video yang kami miliki, Andi Irawan terlihat menjadi orang pertama yang melakukan tindakan kekerasan terhadap korban Edi Yanto dengan menggunakan kapak,” ujar Rahman.

Menurut Rahman, hingga kini tersangka belum berhasil diamankan dan masih dalam pencarian aparat kepolisian. Pihak perusahaan berharap polisi segera menangkap yang bersangkutan serta mengungkap pihak yang diduga memerintahkan maupun mendanai aksi tersebut.

Korban Luka Tembak Jalani Perawatan di ICU

Rahman menegaskan lokasi kejadian berada di dalam areal HGU PT SBP yang menurut perusahaan berada dalam penguasaan sah perusahaan. Ia juga menyinggung adanya kegiatan rapat akbar yang sebelumnya digelar KNARA di Stadion Narasinga, Rengat, dan dihadiri sejumlah tokoh daerah.

Sementara itu, salah seorang korban penembakan, Zulkifli (41), masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU rumah sakit. Berdasarkan laporan medis per 3 Juni 2026, korban merupakan pasien pascaoperasi torakotomi dan tindakan perbaikan paru akibat luka tembak yang dideritanya.

Tim medis mendiagnosis korban mengalami laserasi paru, patah tulang iga, luka tembak pada bagian dada belakang, cedera pada jari tangan kanan, gangguan ginjal akut (AKI), serta gangguan fungsi hati. Meski demikian, kondisi korban dilaporkan mulai membaik setelah menjalani operasi.

“Saat ini pasien masih menggunakan alat bantu napas melalui ventilator. Kondisi pasien sudah sadar dan relatif stabil. Secara bertahap pengaturan ventilator akan diturunkan sampai nantinya selang bantu napas dapat dilepas,” demikian keterangan tim medis.

Saat ini korban memiliki tekanan darah 111/67 mmHg, denyut nadi 105 kali per menit, suhu tubuh 37,8 derajat Celsius, serta saturasi oksigen 100 persen dengan bantuan ventilator. Tim dokter masih melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi paru-paru dan proses pemulihan pascaoperasi.

Kasus penyerangan tersebut menjadi perhatian publik setelah mengakibatkan korban mengalami luka berat akibat tembakan. Pihak perusahaan menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum dan berharap seluruh pelaku yang terlibat dapat segera ditangkap serta motif di balik aksi tersebut terungkap secara menyeluruh.

Komentar