Mexico City (Riaunews.com) – Federasi Otomotif Internasional (FIA) membantah klaim Organisasi Automobil Meksiko (OMDAI) yang menyalahkan pembalap Racing Bulls, Liam Lawson, atas insiden nyaris celaka yang melibatkan dua marshal pada akhir pekan Formula 1 Grand Prix Meksiko. Insiden itu terjadi di lap ketiga saat dua marshal terlihat berlari di lintasan dekat Tikungan 3 untuk mengumpulkan puing-puing mobil.
Melansir Autosport, OMDAI sebelumnya menuding Lawson tidak memperlambat laju mobilnya meski bendera kuning ganda telah dikibarkan. Namun, FIA menegaskan hasil analisis telemetri menunjukkan pembalap berusia 23 tahun itu telah bertindak sesuai prosedur keselamatan. “Setelah menganalisis telemetri dari insiden tersebut, kami dapat mengonfirmasi bahwa Lawson melambat dengan tepat dan bereaksi benar terhadap bendera kuning ganda. Ia mengerem lebih awal daripada di lap lainnya dan melaju secara signifikan lebih lambat menuju Tikungan 1,” demikian pernyataan resmi FIA, Sabtu (1/11/2025).
FIA menegaskan Lawson tidak bersalah dan telah mematuhi protokol keselamatan yang berlaku. Federasi itu juga menyampaikan apresiasi kepada para marshal dan sukarelawan atas profesionalisme mereka dalam menjaga keselamatan balapan. “Tanpa mereka, olahraga ini tidak dapat berjalan dengan aman,” tulis FIA.
Meski begitu, FIA mengakui bahwa insiden ini menimbulkan keprihatinan dan membutuhkan investigasi menyeluruh. “Kami tidak akan terburu-buru mengambil kesimpulan. Situasi di mana marshal berada di lintasan di depan mobil yang melaju adalah hal yang tidak pernah ingin kami lihat,” kata pihak FIA. Mereka memastikan penyelidikan internal tengah dilakukan untuk memahami penyebab insiden serta mengevaluasi prosedur keselamatan yang berlaku.
FIA juga menegaskan bahwa proses investigasi dilakukan secara terbuka dan transparan dengan melibatkan OMDAI dan tim Racing Bulls. “Tujuan akhirnya adalah untuk selalu meningkatkan keselamatan dalam olahraga kami,” lanjut pernyataan itu. Laporan akhir akan dirilis setelah seluruh bukti, termasuk komunikasi radio dalam berbagai bahasa, selesai ditinjau.
Menanggapi insiden tersebut, Liam Lawson mengaku terkejut dengan situasi berbahaya yang dihadapinya. “Saya tiba di Tikungan 1 dan melihat dua orang berlari melintasi lintasan. Saya hampir menabrak salah satu dari mereka. Itu sangat berbahaya dan tidak bisa diterima,” ujarnya. Lawson berharap penyelidikan dapat mengungkap penyebab miskomunikasi yang membuat marshal berada di lintasan pada saat mobil masih melaju kencang.







Komentar