Kasus Diare di Meranti Meningkat, Gubri Imbau Masyarakat untuk Jaga Kesehatan

Kesehatan, Meranti224 Dilihat

Kasus diare di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, sejak 1 hingga 18 Oktober 2025 tercatat sebanyak 316 kasus yang tersebar di seluruh kecamatan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Riau Abdul Wahid menyatakan telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Diskes) Riau untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan penyebab serta langkah penanggulangannya.

“Saya sudah minta Plt Kepala Diskes untuk pantau langsung ke lapangan, cek apa penyebab dan bagaimana penanggulangannya. Mudah-mudahan kasus ini tidak meluas,” ujar Gubri Wahid, Senin (20/10/2025).

Wahid juga mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. “Kesehatan adalah tiang utama. Kita minta masyarakat menjaga kebersihan, buang sampah pada tempatnya, dan mencuci tangan sebelum makan. Budaya seperti ini harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Dari data yang ada, kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Rangsang Pesisir, tepatnya di Desa Kedabu Rapat, dengan 91 penderita. Disusul Kecamatan Tebingtinggi (Selatpanjang) dengan 66 kasus. Dua balita dilaporkan meninggal dunia, masing-masing berasal dari Kecamatan Tasik Putri Puyu dan Pulau Merbau.

Secara kumulatif, sejak Januari hingga September 2025, Dinas Kesehatan Meranti mencatat 1.288 kasus diare. Lonjakan ini menegaskan bahwa penyakit tersebut tidak lagi bisa dianggap sepele, terutama karena mengancam kelompok rentan seperti anak-anak yang mudah mengalami dehidrasi berat.

Komentar