Perang Air Imlek 2026 di Selatpanjang Tetap Digelar Meski Bertepatan Ramadan

Budaya, Meranti306 Dilihat

Selatpanjang (Riaunews.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti memastikan tradisi Perang Air atau Cian Cui tetap digelar saat perayaan Imlek Februari 2026 di Selatpanjang. Kepastian itu diambil setelah rapat bersama lintas instansi yang membahas pelaksanaan Perang Air yang bertepatan dengan awal bulan suci Ramadan.

Keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat yang difasilitasi Pemkab Kepulauan Meranti pada Kamis (15/1/2026), yang dihadiri unsur organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimda, serta organisasi terkait. Rapat membahas dua agenda besar yang waktunya berdekatan, yakni perayaan Imlek dan pelaksanaan Bazar Ramadan.

Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar mengatakan seluruh pihak sepakat kedua agenda tetap dilaksanakan. Namun, untuk menghindari potensi gesekan, lokasi Bazar Ramadan yang biasanya berada di Jalan Ahmad Yani kemungkinan akan dipindahkan ke Taman Cik Puan, Jalan Merdeka, Selatpanjang.

Asmar menjelaskan Jalan Ahmad Yani merupakan salah satu rute utama Perang Air yang setiap tahunnya dilalui ribuan peserta. Oleh karena itu, pengaturan lokasi dan teknis pengamanan akan dikoordinasikan oleh OPD terkait dengan dukungan aparat kepolisian.

Perang Air Imlek di Selatpanjang merupakan tradisi tahunan yang berlangsung selama enam hari dan selalu menarik kunjungan wisatawan. Saat Imlek, jumlah pengunjung ke Kota Sagu meningkat signifikan dan berdampak positif bagi pelaku usaha kuliner, jasa, serta penginapan.

Dalam pelaksanaannya, ribuan peserta akan melintasi rute Jalan Ahmad Yani–Diponegoro–Kartini–Imam Bonjol menggunakan sepeda motor dan becak. Peserta yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk wisatawan dan warga lokal, saling menyiram air dengan masyarakat di sepanjang rute sebagai bagian dari tradisi Perang Air.

Komentar