Bengkalis (Riaunews.com) – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau, Sofyan, mendorong pemerintah daerah dan provinsi untuk memperbaiki tata kelola layanan kapal penyeberangan roro menuju Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat. Ia menilai, pelayanan roro saat ini belum optimal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat pesisir.
Menurut Sofyan, kedua pulau tersebut memiliki posisi strategis dalam pembangunan Riau. Bengkalis merupakan pusat pemerintahan, sementara Rupat memiliki potensi besar di sektor pariwisata. “Dua pulau ini sangat strategis. Yang satu daerah pengembangan pariwisata, yang satunya pusat pemerintahan. Jadi sudah selayaknya pengelolaan roro ini dikelola dengan baik oleh Pemerintah Daerah,” ujar Sofyan, Rabu (15/10/2025) di Gedung DPRD Riau.
Politisi PDI Perjuangan itu menekankan pentingnya koordinasi lintas wilayah antara Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan Pemerintah Provinsi Riau. Ia menilai, sinergi yang kuat diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dan ego sektoral antar instansi. “Harapan kita tentu ada koordinasi lintas sektoral yang memperkuat pelayanan roro ini. Jangan hanya bicara ego kepentingan saja,” tegasnya.
Sofyan juga menyoroti sejumlah persoalan teknis yang menghambat pengoperasian layanan roro, seperti kondisi kapal yang sudah tua serta pengelolaan operator yang belum profesional. Ia meminta pemerintah untuk memastikan pihak pengelola benar-benar kompeten dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik.
“Kita mendengar ada kapal yang sudah usang, bahkan operator mengaku merugi. Ini persoalan teknis yang menjadi tanggung jawab eksekutif. Karena itu, tata kelolanya harus dilakukan dengan lebih baik dan profesional,” sambungnya.
Sofyan berharap, pembenahan layanan roro dapat mendukung konektivitas antarwilayah pesisir di Provinsi Riau. Ia menilai, peningkatan fasilitas penyeberangan akan menjadi kunci dalam mendorong ekonomi, pariwisata, serta mobilitas masyarakat di Pulau Bengkalis dan Rupat.







Komentar