Tentara Israel Setidaknya Bunuh 9 Warga Palestina Ditengah Gencatan Senjata

Gaza (Riaunews.com) – Sedikitnya sembilan warga Palestina tewas ditembak pasukan Israel ketika mencoba kembali ke rumah mereka di utara Kota Gaza dan selatan Khan Younis, Rabu (15/10/2025). Insiden ini menjadi pelanggaran besar pertama sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas diberlakukan, dikutip dari Al Jazeera.

Sumber medis di Rumah Sakit Al-Ahli Arab melaporkan bahwa lima dari korban tewas merupakan warga Distrik Shujayea, salah satu kawasan padat yang selama berbulan-bulan menjadi lokasi operasi militer Israel. Menurut saksi mata, suara tembakan terdengar sejak pagi hari saat warga mendekati wilayah yang dikontrol tentara Israel.

Militer Israel mengonfirmasi bahwa pasukannya melepaskan tembakan ke arah warga yang disebut “melintasi garis kuning,” yakni zona penyangga yang ditetapkan dalam kesepakatan gencatan senjata. “Pasukan menembak ke arah tersangka yang mendekati posisi militer,” demikian pernyataan resmi militer Israel.

Insiden ini menimbulkan keraguan serius atas keberlangsungan gencatan senjata yang baru saja disepakati. Berdasarkan perjanjian, Israel dan Hamas sepakat menghentikan seluruh serangan, melakukan pertukaran tahanan, serta penarikan bertahap pasukan Israel dari garis depan menuju zona penempatan ulang. Namun laporan di lapangan menunjukkan sebagian besar wilayah Gaza, termasuk Shujayea, masih berada di bawah kendali militer Israel.

Peta yang sebelumnya dibagikan oleh Presiden AS Donald Trump menunjukkan sekitar 58 persen wilayah Gaza tetap dalam pengawasan Israel.

Selain ketegangan dengan Israel, konflik internal di Gaza juga mengancam stabilitas gencatan senjata. Bentrokan antara pasukan keamanan Hamas dan kelompok bersenjata lokal dilaporkan menewaskan 27 orang, termasuk delapan anggota Hamas, pekan lalu. Situasi ini menambah kompleksitas upaya menjaga perdamaian dan membangun kembali Gaza pasca dua tahun perang.

Komentar