Jakarta (Riaunews.com) – Diterimanya Timor-Leste sebagai anggota penuh ke-11 ASEAN menandai babak baru bagi organisasi kawasan tersebut dalam memperkuat inklusivitas dan solidaritas regional. Hal ini disampaikan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, dalam peringatan Hari Nasional dan Hari Malaysia di Jakarta, Selasa (7/10/2025) malam.
“Dengan diadopsinya ASEAN 2045 dan diterimanya Timor-Leste sebagai negara anggota ke-11, ASEAN memasuki babak baru inklusivitas dan kemajuan kolektif,” ujar Dubes Syed. Ia menambahkan, sebagai Ketua ASEAN 2025, Malaysia akan mengusung tema inklusivitas dan keberlanjutan dengan fokus pada perdamaian, keamanan, serta kerja sama ekonomi dan digital.
Malaysia, lanjutnya, juga berkomitmen memperluas kolaborasi di bidang pemberdayaan pemuda dan aksi iklim, sembari memastikan ASEAN tetap tangguh menghadapi tantangan global. “Kekuatan ASEAN terletak pada persatuan dan kemampuan beradaptasi. Bersama, kita dapat memastikan ASEAN tetap menjadi zona perdamaian dan kemakmuran,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menilai, keanggotaan penuh Timor-Leste akan membawa manfaat besar bagi negara tersebut. Dalam wawancara dengan RRI di Jakarta, ia menyebut ASEAN akan membantu memperkuat diplomasi Timor-Leste serta membuka akses ke berbagai kerja sama strategis di tingkat global.
“ASEAN menjunjung tinggi perdamaian, stabilitas, dan keamanan. Sebagai anggota baru, Timor-Leste akan mendapat dukungan agar tetap berada di jalur menuju kemakmuran,” kata Kao. Ia menambahkan, ASEAN dapat menjadi gerbang strategis bagi Timor-Leste untuk memperluas hubungan internasional dan meningkatkan visibilitas diplomatiknya.
Pengesahan resmi Timor-Leste sebagai anggota penuh ASEAN akan dilakukan pada KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26–27 Oktober 2025. Sebelumnya, permohonan keanggotaan negara tersebut telah diajukan sejak 2011 dan mulai diakui sebagai pengamat pada 2022, sebelum akhirnya memperoleh keanggotaan penuh setelah adopsi Peta Jalan ASEAN pada KTT ke-42 tahun 2023.







Komentar