Jakarta (Riaunews.com) – Duta Besar Jepang untuk ASEAN, Yonetani Koji, menegaskan pentingnya peran budaya makanan dalam memperkuat hubungan antara Jepang dan negara-negara ASEAN. Ia menyebut makanan, minuman, dan cita rasa sebagai sektor universal yang dapat dinikmati oleh semua orang, sekaligus menjadi jembatan penghubung antarbangsa.
“Teh memiliki akar budaya yang sangat dalam dan panjang dalam tradisi Jepang,” ujar Dubes Koji saat berbicara di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Ia menjelaskan bahwa tradisi Sado atau upacara minum teh mencerminkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Jepang, seperti keharmonisan, penghormatan, dan ketenangan.
Melalui diplomasi budaya ini, Koji berharap hubungan Jepang dan negara-negara ASEAN dapat semakin kuat. “Jika rasa saling pengertian ini berhasil ditingkatkan, dampaknya sangat positif dan membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak,” katanya. Menurutnya, kerja sama dalam sektor kuliner, pertanian, dan industri rasa juga dapat mendorong perkembangan ekonomi secara bersama.
Selain matcha yang kini populer di berbagai negara, Koji berharap masyarakat ASEAN dapat lebih mengenal ragam produk khas Jepang lainnya. Sebaliknya, ia mendorong masyarakat Jepang untuk lebih mengapresiasi produk-produk unggulan dari negara-negara ASEAN.
Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, turut mengapresiasi kontribusi Jepang yang telah menjadi mitra penting ASEAN selama lebih dari lima dekade. Ia menilai sektor kuliner merupakan jembatan budaya yang efektif untuk mempererat kedekatan antar masyarakat. “Kemitraan Jepang dan ASEAN telah terbukti sangat komprehensif serta bersifat dinamis,” ujarnya.
Melalui diplomasi rasa dan budaya, Jepang dan ASEAN diyakini dapat terus memperkuat kerja sama regional yang saling menguntungkan.







Komentar