Pekanbaru (Riaunews.com) – Gubernur Riau, Abdul Wahid, meminta masyarakat agar tidak menyampaikan keluhan terkait Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial. Ia menyarankan agar aduan disalurkan langsung kepada pengurus MBG melalui Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG).
“Saya juga meminta bahwa kalau ada komplain jangan dikomplain di medsos, tetapi disampaikan kepada pengurus MBG-nya,” kata Wahid usai menghadiri rapat Ranperda APBD 2025 di DPRD Riau, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya, penyampaian keluhan secara langsung akan memudahkan pencatatan dan tindak lanjut. Ia juga mengingatkan guru sekolah yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah agar mencatat setiap kekurangan dalam pelaksanaan program tersebut. “Kadang anak-anak mengeluh soal rasa, kurang garam, cabai tidak ada, saya sudah minta guru-guru mencatat,” ujarnya.
Pernyataan Wahid muncul setelah insiden makanan basi dalam program MBG di Bengkalis. Di SDN 4 Bengkalis ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi, sementara di salah satu MTSN bahkan terdapat makanan berbelatung pada Senin (29/9/2025).
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan MBG di Riau. Sebelumnya, puluhan siswa di SDN 006 Langgini, Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, mengalami mual dan muntah usai menyantap nasi goreng dari program MBG pada 28 Agustus lalu. Dua di antaranya harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Di Tembilahan, Indragiri Hilir, hasil pemeriksaan laboratorium Dinas Kesehatan setempat juga menemukan bakteri Escherichia coli pada sampel mie, sayuran, dan orak-arik telur dari makanan MBG. Meski bukan jenis berbahaya, Kepala Dinkes Inhil Rahmi Indrasauri menegaskan bahwa muntahan pasien mengandung bakteri koliform.







Komentar