New York (Riaunews.com) – Menteri Luar Negeri Sugiono menanggapi pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyinggung pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Netanyahu sebelumnya menyatakan mencatat kata-kata penuh semangat yang disampaikan Presiden Prabowo.
“Itu posisinya dia, saya jangan ditanya,” ujar Sugiono kepada wartawan di Markas Besar PBB, New York, Jumat (26/9/2025). Ia menegaskan bahwa visi apa pun terkait Israel harus berangkat dari pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.
“Visi apa pun itu harus dimulai dari sana. Kami tidak akan berbicara yang lain selain pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Itu yang akan terus kami perjuangkan,” tegas Menlu Sugiono.
Dalam pidatonya di PBB, Netanyahu mengklaim bahwa banyak pemimpin Arab dan Muslim berpikiran maju dan siap bekerja sama dengan Israel dalam bidang teknologi pertanian, kedokteran, sains, pertahanan, hingga kecerdasan buatan. Ia bahkan menyebut wajah Timur Tengah akan berubah drastis dengan hadirnya pihak-pihak yang bersedia berdamai dengan Israel.
Netanyahu juga membantah tuduhan bahwa Israel sengaja membuat rakyat Gaza kelaparan. Ia mengklaim negaranya memasok lebih dari 2 juta ton makanan setiap hari ke Gaza, setara 3.000 kalori per orang. Menurut Netanyahu, jika ada warga Gaza yang kelaparan, hal itu akibat pangan dicuri Hamas.
Namun, klaim tersebut bertolak belakang dengan data Kementerian Kesehatan Gaza. Pada awal September, tercatat 404 warga Gaza meninggal akibat malanutrisi sejak blokade Israel diperketat, termasuk 141 anak. Sepanjang Agustus 2025, korban jiwa akibat kelaparan mencapai 185 orang, angka bulanan tertinggi sejak pengepungan diperketat pada Maret 2025. Otoritas Gaza menyebut lebih dari 43.000 balita serta 55.000 ibu hamil dan menyusui kini menderita malanutrisi serius.







Komentar