Indonesia Gabung Aliansi Global Halal Mark, Dorong Standarisasi Label Halal Dunia

Jakarta (Riaunews.com) – Empat negara secara resmi bergabung dalam aliansi Global Halal Mark, sebuah inisiatif baru yang diluncurkan oleh Saudi Halal Center setelah penandatanganan dua kesepakatan strategis dengan Indonesia dan Thailand.

CEO Saudi Halal Center, Abdulaziz Al-Rushodi, menyatakan jumlah negara yang berpartisipasi diprediksi terus bertambah hingga mencapai 10 negara pada akhir 2026. Pernyataan itu disampaikan di sela gelaran Makkah Halal Forum.

“Inisiatif ini bertujuan untuk menyatukan label halal di seluruh dunia dan mencapai standar keandalan tertinggi di sektor tersebut,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Arab News, Selasa (17/2/2026).

Selain aliansi label halal, forum tersebut juga mengumumkan pembentukan Halal Academy yang bekerja sama dengan Universitas Islam Madinah. Lembaga ini diproyeksikan menjadi pusat rujukan ilmiah global dalam pengembangan kompetensi dan ekosistem halal.

Saudi Halal Center juga tengah menyiapkan peluncuran Global Halal Hub, yakni sistem digital terintegrasi untuk menyatukan sertifikasi halal dan mempermudah prosedur perdagangan lintas negara. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat transparansi serta efisiensi rantai pasok industri halal global.

Sebagai dukungan bagi industri lokal, Saudi Halal Center menandatangani nota kesepahaman dengan asosiasi produsen makanan nasional untuk memperluas ekspor produk Arab Saudi ke negara-negara dunia Islam melalui penggunaan label halal terpadu.

Berdasarkan data Kamar Dagang dan Pembangunan Islam, pasar halal global diperkirakan mencapai 7 triliun dolar AS pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi 10 triliun dolar AS pada 2030. Arab Saudi tercatat sebagai investor terbesar di sektor ini, disusul Malaysia, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Indonesia di posisi lima besar.

Komentar