Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjanji untuk tidak lagi bersikap “koboi” dalam setiap pernyataannya di depan publik. Janji itu ia sampaikan dalam rapat kerja perdananya bersama Komisi XI DPR RI, Sabtu (13/9/2025), usai menuai kritik karena salah bicara dalam konferensi pers.
Purbaya mengakui ada perbedaan besar antara posisinya sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan jabatannya sekarang sebagai Menteri Keuangan. “Sekarang saya akan stick pada pidato yang sudah disiapkan staf. Jadi enggak ada session bebas lagi,” kata Purbaya sambil tertawa, yang disambut riuh tawa peserta raker.
Ia menambahkan, saat masih memimpin LPS, gaya bicara lugasnya tidak pernah dipersoalkan. Namun, setelah menjabat Menteri Keuangan, ia menyadari setiap ucapannya mendapat pengawasan ketat publik dan media.
Dalam forum itu, anggota Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng menegaskan gaya bicara ‘koboi’ tidak masalah selama substansi yang disampaikan berbobot. “Pak Menteri, boleh koboi asal ada isinya!” ujarnya. Purbaya pun mengangguk sambil menjawab, “Siap, siap. Makasih, Pak.”
Purbaya juga menegaskan kesiapannya untuk belajar dari gaya kepemimpinan pendahulunya, Sri Mulyani Indrawati. Dalam raker, ia bahkan menggunakan slide PowerPoint yang sebelumnya dipakai Sri Mulyani untuk menjelaskan strategi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Sebelumnya, dalam acara serah terima jabatan, Purbaya sempat meminta maaf atas gaya komunikasinya yang blak-blakan. Ia menyebut dirinya masih “menteri kagetan” yang harus menyesuaikan diri dengan sorotan publik. “Kalau ada kesalahan, saya mohon maaf,” ujarnya.







Komentar