Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes) menggencarkan program Usaha Berhenti Merokok (UBM). Program ini ditujukan untuk menekan tingginya kasus kanker paru yang banyak ditemukan di Indonesia akibat kebiasaan merokok aktif maupun paparan asap rokok pasif.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Pekanbaru, Edi Satriawan, menyatakan masyarakat bisa mengakses layanan ini di 21 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan. “Untuk mencegah kanker paru, ada program kita, UBM (Usaha Berhenti Merokok). Masyarakat bisa datang langsung ke puskesmas, dan akan dilakukan pendataan terlebih dahulu,” kata Edi, Jumat (12/9/2025).
Petugas puskesmas akan melakukan pendataan guna mengetahui tingkat ketergantungan pasien terhadap rokok. Dari hasil itu, tenaga kesehatan menentukan jenis terapi yang sesuai dan menyusun jadwal bersama pasien.
“Kalau memang memerlukan obat, nanti akan diberikan. Tapi kita usahakan pendekatan dulu sebelum sampai ke obat. Yang lebih mengerti tentu tenaga profesionalnya. Tenaga profesional yang sudah terlatih ada di puskesmas,” jelas Edi.
Diskes memastikan layanan klinik berhenti merokok di puskesmas tidak dipungut biaya. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mudah mengakses pendampingan medis maupun psikologis untuk menghentikan kebiasaan merokok.
Edi menegaskan, berhenti merokok memang sulit. Namun dengan adanya klinik khusus dan tenaga kesehatan yang terlatih, pihaknya berharap semakin banyak masyarakat yang berhasil menghentikan kebiasaan tersebut demi mencegah risiko kanker paru.







Komentar