Krisis Roro Bengkalis, Ratusan Kendaraan Tertahan Tiga Hari Hingga Berimbas ke Ekonomi

Bengkalis (Riaunews.com) – Krisis penyeberangan Roro Bengkalis kembali memuncak. Ratusan kendaraan sudah tiga hari tertahan di Pelabuhan Air Putih-Sungai Selari tanpa kepastian jadwal keberangkatan. Kondisi ini membuat sopir truk hingga pengusaha kecil merugi karena barang bawaan rusak.

 Berdasarkan laporan Riau Aktual, Fazila dan Ghina, warga Bengkalis, meluapkan kekesalan di media sosial. Ia menuding Dinas Perhubungan Bengkalis tidak mampu bekerja mengatasi kekacauan pelayanan Roro. “Sudah tiga hari di pelabuhan, apa tak kasihan sama kami rakyat kecil? Kalau begini bisa rusak telur kami,” tulisnya. Keluhan tersebut langsung mendapat ratusan respons warganet.

Nasib serupa dialami Mahmud, warga Pekanbaru, yang tertahan dua hari di pelabuhan bersama barang ekspedisi. “MCK masih aman, tapi makan sulit. Terpaksa bawa kompor sendiri. Kalau tidak, uang habis dan bisa tidak makan,” ujarnya. Sementara Siswadi, sopir truk sawit, mengaku harus menanggung kerugian karena sebagian muatannya membusuk. “Bawa 7 ton, pabrik hanya terima 5 ton. Sisanya rusak, terpaksa dibawa balik,” keluhnya.

Ironisnya, hingga kini Dishub Bengkalis hanya mengoperasikan dua kapal. Kapal tambahan yang dijanjikan masuk sejak awal September ternyata masih dalam tahap perbaikan. “Belum ada tambahan, hanya dua kapal yang standby,” kata Kepala UPT Roro Air Putih-Sungai Selari, Rasmiati.

Publik pun semakin menyorot kinerja Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis, Adi Pranoto, yang sudah lebih dari dua tahun menjabat. Alih-alih membaik, pelayanan Roro disebut warga justru semakin semrawut. Mereka mendesak Bupati Kasmarni turun tangan dan mengevaluasi total jajaran Dishub.

Kini, pelayanan Roro Bengkalis bukan hanya soal antrean panjang, tapi sudah menjadi persoalan serius yang memukul ekonomi masyarakat. Warga menegaskan, yang mereka butuhkan adalah solusi nyata, bukan janji manis.

Komentar