China Kecam Serangan Israel terhadap Jurnalis dan Tenaga Medis di Gaza

Internasional299 Dilihat

Shanghai (Riaunews.com) – Pemerintah China mengecam serangan Israel yang menewaskan jurnalis dan tenaga medis di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza Selatan, Senin (25/8). Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan pihaknya berduka atas korban serta menyerukan penghentian operasi militer Israel.

Setidaknya 20 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk lima jurnalis dari Associated Press, Reuters, Al Jazeera, dan Middle East Eye. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan empat tenaga medis juga meninggal akibat serangan itu. Rekaman televisi menunjukkan Israel melancarkan serangan kedua yang menyasar tim penyelamat di lokasi yang sudah hancur.

Guo Jiakun menegaskan China menentang setiap tindakan yang merugikan warga sipil dan melanggar hukum internasional, termasuk kekerasan terhadap jurnalis. Ia mendesak Israel segera menghentikan agresi, membuka akses bantuan kemanusiaan, dan mewujudkan gencatan senjata berkelanjutan.

Kecaman juga datang dari komunitas internasional. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menilai pembunuhan itu menyoroti bahaya besar yang dihadapi tenaga medis dan jurnalis di medan konflik. Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyatakan ketidaksenangannya, sementara Asosiasi Pers Asing (FPA) menyebut serangan tersebut sebagai yang paling mematikan terhadap jurnalis internasional sejak perang Gaza pecah.

Data FPA mencatat lebih dari 200 jurnalis tewas di Gaza sejak Oktober 2023 akibat serangan Israel. Hingga kini, Israel telah menewaskan lebih dari 62.700 warga Palestina dan menghancurkan sebagian besar wilayah Jalur Gaza. Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional serta surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang.

Komentar