Trump Ancam Tarif 100% ke Kanada Jika Lanjutkan Kesepakatan Dagang dengan China

Washington (Riaunews.com) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap seluruh barang asal Kanada jika Ottawa tetap melanjutkan kesepakatan perdagangan barunya dengan China. Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di Truth Social pada Sabtu (24/1/2026), yang langsung memicu ketegangan baru antara Washington dan salah satu sekutu NATO terdekatnya.

Trump menuding Kanada berpotensi menjadi “pelabuhan transit” bagi produk China menuju pasar Amerika Serikat. Ia juga melontarkan pernyataan keras dengan menyebut China dapat “menghancurkan bisnis, tatanan sosial, dan cara hidup Kanada” jika kerja sama ekonomi kedua negara terus diperluas.

Peringatan ini muncul tak lama setelah Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan kesepakatan perdagangan awal dengan China. Dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping, Carney menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah bersejarah untuk mengurangi hambatan dagang dan menurunkan tarif, termasuk pemangkasan tarif canola China dari 84 persen menjadi sekitar 15 persen mulai 1 Maret.

Selain itu, China akan memberikan fasilitas bebas visa bagi warga Kanada, sementara Kanada membuka impor 49.000 kendaraan listrik asal China dengan tarif preferensial 6,1 persen. Langkah ini dinilai sebagai upaya Ottawa mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap Amerika Serikat.

Hubungan Kanada–AS sendiri tengah memanas sejak pernyataan Carney di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos yang menyinggung rapuhnya tatanan global yang dipimpin AS. Trump merespons dengan mencabut undangan Carney dari forum internasional yang disebutnya sebagai “Dewan Perdamaian”.

Dalam pidato nasionalnya, Carney menegaskan bahwa Kanada akan tetap mandiri dalam menentukan arah kebijakan luar negeri dan ekonominya, meski mengakui kemitraan historis dengan Amerika Serikat. Situasi ini menandai babak baru ketegangan geopolitik dan perdagangan di kawasan Amerika Utara.

Komentar