China Perketat Standar Keselamatan, Setir Yoke Terancam Hilang dari Pasar EV

Otomatif106 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah China resmi memperketat standar keselamatan kendaraan yang berpotensi mengakhiri tren penggunaan setir model yoke pada mobil listrik (electric vehicle/EV). Aturan baru tersebut mulai berlaku pada 1 Januari 2027 dan dinilai akan berdampak besar pada desain kendaraan di pasar otomotif terbesar dunia.

Setir yoke, yang berbentuk seperti huruf “U” tanpa lingkaran penuh, sebelumnya sempat populer di kalangan produsen global, termasuk Tesla. Namun, regulasi terbaru menekankan perlindungan pengemudi dari cedera akibat benturan setir saat kecelakaan, menggantikan aturan lama sejak 2011 yang dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan teknologi kendaraan listrik.

Setir Yoke atau Bentuk “U” Gagal Uji Tabrak

Dalam aturan baru, batas gaya benturan pada uji tabrak diturunkan menjadi 11.110 Newton, mengikuti standar keselamatan internasional. Selain itu, seluruh model mobil diwajibkan menjalani uji “human impact” tanpa pengecualian. Regulasi juga menghapus ketentuan lama yang sebelumnya memberi celah penggunaan setir setengah lingkaran seperti yoke.

Ketentuan teknis uji keselamatan menjadi tantangan utama bagi desain yoke. Setir harus diuji di 10 titik berbeda, termasuk pada bagian atas lingkaran. Sementara desain yoke tidak memiliki bagian atas penuh, sehingga berpotensi langsung gagal memenuhi syarat pengujian.

Tingkat Cedera akan Lebih Tinggi dengan Setir Yoke

Data keselamatan menunjukkan sekitar 46 persen cedera pengemudi saat kecelakaan berkaitan dengan mekanisme setir. Setir bundar konvensional dinilai lebih aman karena berfungsi sebagai bantalan tambahan saat tubuh terdorong ke depan, sedangkan desain yoke berisiko membuat pengemudi meluncur ke dashboard atau kaca depan.

Selain itu, faktor kantong udara (airbag) juga menjadi perhatian. Regulasi menegaskan tidak boleh ada serpihan logam atau plastik keras yang terlempar saat airbag mengembang. Bentuk setir yoke yang tidak konvensional dinilai sulit diprediksi perilakunya saat benturan, sehingga otoritas keselamatan menilai risikonya lebih tinggi.

Mulai 2027, seluruh model mobil baru di China wajib memenuhi standar ini. Produsen yang saat ini masih menggunakan setir yoke diperkirakan memiliki waktu transisi sekitar 13 bulan untuk menyesuaikan desain kendaraan mereka agar sesuai dengan regulasi baru.

Komentar