Thailand dan Kamboja bahas gencatan senjata di Malaysia,

Internasional502 Dilihat

Putrajaya (RiauNews.com) — Thailand dan Kamboja memulai perundingan gencatan senjata di Putrajaya, Malaysia, Senin (28/7), menyusul eskalasi konflik bersenjata di perbatasan yang telah menewaskan puluhan orang dan memaksa ribuan warga mengungsi.

Negosiasi dimediasi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dengan dukungan Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai fasilitator bersama.

Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet hadir langsung dalam pertemuan yang digelar di Seri Perdana, kediaman resmi Perdana Menteri Malaysia. Kedatangan mereka disambut oleh Anwar, yang juga menjabat sebagai Ketua ASEAN.

Dalam pertemuan ini, kedua negara berupaya meredakan ketegangan dan mencapai kesepakatan untuk menghentikan permusuhan yang terus berlanjut di sepanjang perbatasan yang belum sepenuhnya ditetapkan secara resmi.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Malaysia Edgard Kagan dan Duta Besar Tiongkok Ouyang Yujing turut hadir sebagai bagian dari dukungan internasional terhadap proses perdamaian ini.

Upaya diplomasi ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi intensif yang dilakukan Anwar Ibrahim dengan kedua pemimpin pada Jumat lalu. Malaysia menegaskan kesiapan untuk memfasilitasi dialog damai dan menekankan pentingnya solidaritas ASEAN dalam menangani konflik regional.

Ketegangan terbaru pecah pada 28 Mei di wilayah sengketa Preah Vihear, yang menewaskan seorang prajurit Kamboja dan memicu bentrokan militer di sepanjang perbatasan sepanjang 817 kilometer antara kedua negara.

Komentar